Berita Palembang

Ada 6000 Retakan di Jembatan Ampera , Ini yang Dilakukan BBPJN Wilayah V Untuk Memperbaikinya

kondisi Jembatan Ampera, dimana tercatat pada plat lantai jembatan ini mengalami retak di 6.000 titik.

Ada 6000 Retakan di Jembatan Ampera , Ini yang Dilakukan BBPJN Wilayah V Untuk Memperbaikinya
SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
renovasi jembatan ampera 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Beberapa waktu lalu Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V telah melakukan pendataan dan pengecekan pada kondisi Jembatan Ampera, dimana tercatat pada plat lantai jembatan ini mengalami retak di 6.000 titik.

Hal itu diketahui sudah mulai terjadi keretakan sejak 2 tahun belakangan.

Sebagai tindak lanjut, dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan BBPJN Wilayah 5, Suwarno, pihaknya sudah melakukan perbaikan dengan cara injeksi.

Dimana, lewat proses tersebut setiap plat rusak diberikan injeksi yang berisikan cairan khusus untuk merekatkan celah yang mengalami keretakan.

"Biasanya lama proses dilakukan 2x24 Jam, namun setiap 6 jam kita rutin cek. Injeksi dilakukan sampai benar-benar dari alat yang digunakan menunjukkan tak bisa lagi masuk cairan. Ini artinya semua cela sudah tertutup rapat," ujarnya, Minggu (22/7/2018).

Untuk melakukan proses ini, kata Suwarno tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya tenaga ahli bersertifikatlah yang boleh melakukannya.

"Kalau manusia kan ada dokter yang khusus nyuntik, nah sama kalau di jembatan kita juga ada tenaga ahli yang hanya boleh melakukan injeksi tersebut," ujarnya.

Pihaknya sendiri sudah melakukan pengerjaan injeksi pada plat jembatan Ampera, sejak kurang lebih 20 hari yang lalu.

Namun, dari 6.000 titik yang retak pengerjaan baru di wilayah plat jembatan Seberang Ulu.

"Untuk yang seberang ulu mungkin sampai Desember pengerjaannya, sementara yang sebelah ilir kemungkinan awal tahun baru dimulai lagi," kata Suwarno.

Sebab, pengerjaan injeksi plat jembatan Ampera termasuk bukan hal mudah untuk dilakukan. Pasalnya tenaga ahli yang digunakan hanya enam orang dan wajib membawa tabung untuk bantuan pernafasan saat bekerja.

"Selama ini kesulitannya itu, karena mereka yang berkeja harus masuk ke dalam kolong lantai jembatan untuk injeksi. Jadi kalau tanpa alat bantu pernapasan cukup beresiko," ujarnya

Meski demikian, pasca dilakukan Injeksi pada plat jembatan yang retak maka paling tidak 15 tahun lagi baru dilakukan kembali injeksi cairan."Walau pun kondisinya ok masih kita berikan perawatan, ini jadi kewajiban," tutup Suwarno.

Baca: Larangan Parkir Rugikan Pedagang Sudirman Hingga Ancam Akan Lakukan Ini Saat Asian Games 2018

Baca: Sukses Taklukkan Sang Mantan di Kandang, Kapten Hamkah Hamzah Dibanjiri Permintaan

Baca: Baru 3 Trainset Tersertifikasi, LRT Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang

Baca: Kepergok Polisi Saat Merampok & Melawan, Pria di Belitang Ini Akhirnya Tewas, Begini Aksinya

Baca: Final Singapore Open 2018 - Wakil Indonesia Main di Partai Penutup, Bisa Live Streaming!

Baca: Ada 786 Ormas di Sumsel Terverifikasi, Begini Cara Kesbangpol Sumsel Mengucurkan Dana Bantuan

Baca: Tak Main-main, Tom Cruise Jadi Bintang Tamu Running Man? Ini Bocorannya

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved