Selain Mesir, Inilah 10 Tempat Paling Panas & Kering di Dunia

Dirangkum dari Elitereaders.com, inilah 10 tempat paling kering di dunia berikut ini membuat orang ingin mengakhiri musim panas secepatnya.

Selain Mesir, Inilah 10 Tempat Paling Panas & Kering di Dunia
Aswan, mesir (etltravel.com)
Selain Mesir, Ini 10 Tempat Paling Panas & Kering di Dunia 

SRIPOKU.COM -- Musim panas umumnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi kita untuk berlibur.

Saat langit cerah berawan, itulah waktu yang tepat untuk bepergian ke luar rumah bersama orang-orang tersayang.

Namun, tidak semua tempat di muka Bumi ini diuntungkan dengan cuaca panas.

Bahkan, ada beberapa daerah yang tidak pernah terjadi hujan dalam ratusan tahun.

Dirangkum dari Elitereaders.com, inilah 10 tempat paling kering di dunia berikut ini membuat orang ingin mengakhiri musim panas secepatnya.

10. Aoulef, Aljazair

Auolef, Aljazair
Auolef, Aljazair (flickr.com)

Aljazair sudah lama dikenal sebagai negara yang kering.

Parahnya, ketika kamu tiba di sebuah tempat bernama Aoulef, kamu akan merasakan udara panas membara di sana.

Aoulef adalah kota kecil yang seluruh permukaannya berupa padang pasir.

Rata-rata curah hujan di daerah ini adalah 0,48 inci setiap tahun.

9. Pelican Point, Namibia

pelicanpoint
pelicanpoint (pelicanpoint-lodge.com)

Sementara itu, di Pelican Point, rata-rata curah hujan per tahun lebih rendah dari Aoulef.

Namun, ada satu yang membuat tempat ini unik, yaitu Pelican Point adalah tempat berselancar populer di dunia.

Baca: Inilah Alasan Juergen Kloop Merekrut Alisson Becker dari AS Roma

8. Iquique, Chili

Iquique, Chili
Iquique, Chili (diariolongino.cl)

Terletak di dekat Gurun Atacama yang legendaris, hujan biasanya turun antara bulan Januari dan Februari di Iquique.

Artinya, rata-rata curah hujan di wilayah ini sekitar 0,2 inci setiap tahun.

7. Wadi Halfa, Sudan

Wadi Halfa, Sudan
Wadi Halfa, Sudan (Wikipedia)

Kamu tentu sudah tidak asing dengan nama Gurun Sahara.

Nah, Wadi Halfa adalah pusat dari kota itu.

Kota gurun ini hanya mendapat curah hujan sekitar 0,096 inci setiap tahun.

Baca: Semua Produk Mesin Cuci di Hypermart Diskon 25 Persen

6. Ica, Peru

Ica, peru
Ica, peru (anywhere.com)

Sementara itu, di Peru, ada wilayah tandus bernama Ica yang curah hujannya hanya 0,09 inci setiap tahun.

Namun, para ilmuwan pernah menemukan fosil pinguin di tempat ini.

Artinya, wilayah Ica tidak selalu kering.

5. Luxor, Mesir

Luxor, mesir
Luxor, mesir (tripadvisor.com)

Angin panas di Luxor biasanya membawa badai pasir yang bisa bertahan dua hingga tiga hari.

Lebih parahnya lagi, badai membawa udara panas secepat 93 Mph dan suhu mencapai 20 derajat.

Curah hujan rata-rata di Luxor adalah 0,034 inci per tahun.

Baca: Pangdam dan Kapolda Turun Langsung Padamkan Kebakaran

4. Aswan, Mesir

Aswan, mesir
Aswan, mesir (etltravel.com)

Ada satu lagi daerah lain di Mesir yang selalu panas dan kering sepanjang tahun, yaitu Aswan.

Angin di wilayah ini bertiup pada kecepatan 10 Mph dan rata-rata hujannya hanya sekitar 0,0338 inci per tahun.

Menariknya, Aswan dikenal sebagai tempat asal batu-batu yang digunakan untuk membangun piramida Giza.

3. Al-Kufrah, Libya

Al-Kufrah, Libya
Al-Kufrah, Libya (hexnet.org)

Al-Kufrah dikenal sebagai "tempat paling kering" di Afrika.

Daerah ini hanya memiliki sedikit oasis.

Gurun di dekatnya juga ditutupi oleh bukit pasir hingga ketinggian 980 kaki.

2. Arica, Chili

pinimg.com
Arica (pinimg.com)

Disebut sebagai kota paling kering di planet ini, Arica ternyata adalah kota pelabuhan.

Wilayah Arica hanya memiliki curah hujan rata-rata tahunan 0,03 inci.

Di sana, ada sebuah padang pasir yang tidak pernah turun hujan selama lebih dari 500 tahun.

1. Lembah kering, Antartika

Dry valleys, Antartica
Dry valleys, Antartica (ytimg.com)

Nomor satu dalam daftar ini ternyata ditempati Antartika.

Dalam bayangan kita, Antartika adalah tempat yang dingin dan bersalju.

Namun, seperti namanya, Lembah Kering adalah tempat yang sangat kering dan hampir selalu tanpa salju.

Curah hujan rata-rata di daerah ini adalah 0.

Editor: Rizka Pratiwi Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help