Berita Musirawas

Nobar Film 22 Menit The Movie, Ini Pesan Moral Kapolres dan Bupati Musirawas

Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro bersama Wakapolres Kompol Rocky Hasuhunan Marpaung serta jajaran,

Nobar Film 22 Menit The Movie, Ini Pesan Moral Kapolres dan Bupati Musirawas
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro (dua dari kanan) dan Bupati Musirawas H Hendra Gunawan (empat dari kiri) saat menonton film 22 Menit di Cinemaxx Lippo Plaza Lubuklinggau, Jumat (20/7/2018) malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS-- Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro bersama Wakapolres Kompol Rocky Hasuhunan Marpaung serta jajaran, nonton bareng (Nobar) film "22 Menit The Movie" di Cinemaxx Lippo Plaza, Jumat (20/7/2018) malam.

Nobar film yang diangkat dari kejadian teror bom Thamrin Jakarta itu juga dihadiri oleh Bupati Musirawas H Hendra Gunawan dan isteri, Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau H Zairida, Kepala BNN Musirawas Hendra Amoer, Ketua Pengadilan Agama, tokoh masyarakat dan FKPD dilingkungan Pemkab Musirawas.

"Aksi teror adalah perbuatan keji, kami mengutuk keras para pelaku teror. Namun, kami tidak takut kepada teroris," tegas Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro, usai nobar film 22 Menit the Movie.

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya diwilayah Musirawas dan Muratara agar selalu terbuka serta tetap saling mengawasi aspek kehidupan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Baca:

BREAKING NEWS : Beredar Kabar Inneke Koesherawati Ditangkap KPK

Bukti Video Ini Jadi Pembelaan Iis Dahlia, Bongkar Fakta Dibalik Pengusiran Waode Sofia Peserta KDI

Karena tidak menutup kemungkinan pelaku teror ada di sekitar kita, namun tetap jangan paranoid.

Bupati Musirawas H Hendra Gunawan mengatakan, selama ini hanya mendapat informasi dari berbagai media tentang kejadian teror bom.

Namun setelah menyaksikan film 22 Menit The Movie, seolah melihat secara langsung gambaran kejadian yang sebenarnya.

Menurutnya, aksi teroris adalah perbuatan keji yang tidak bisa ditolerir dan harus dilakukan pencegahan agar jangan sampai terjadi di wilayah kita.

"Mari kita sama-sama menjaga kesatuan. Kalau ada masyarakat yang mencurigakan maka silakan melapor kepada pihak berwenang, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata H Hendra Gunawan. (*)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved