Kisah Soekarno yang Harus Mandi 6 Menit di Lapas Sukamiskin, Dijenguk 2 Kali Dalam Sebulan

Kisah Soekarno yang Harus Mandi 6 Menit di Lapas Sukamiskin dan Saat KPK Temukan Sel Napi Kosong

Kisah Soekarno yang Harus Mandi 6 Menit di Lapas Sukamiskin, Dijenguk 2 Kali Dalam Sebulan
Istimewa
Soekarno menangis 

SRIPOKU.COM - Kisah seorang presiden Indonesia pertama, Soekarno memang tak bisa begitu saja dilupakan.

Seperti kisahnya satu ini dilansir dari Intisari.grid.id, majalah Intisari, di edisi perdannya pada Agustus 1963, pernah memuat surat yang ada dalam buku "Dibawah Bendera Revolusi" tersebut dengan judul "Surat Bung Karno dari Pendjara Sukamiskin".

Berikut ini surat yang dimaksud. Tentu saja sudah kami sesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Sukamiskin, 17 Mei 1931

Saudara!

Barulah sekarang ada sepucuk surat dari Sukamiskin kepada Saudara. Lebih baik saya katakan daripada tidak sama sekali saya berkirim surat kepada Saudara. Karena orang tangkapan seperti macamku ini hanyalah sekali dalam dua minggu boleh ber­kirim surat.

Dua pekan yang lalu ada jugalah kesempatan bagiku untuk mengirimkan surat. Tetapi kesempatan itu saya pakai untuk memberi kabar kepada isteriku, bahwa saya sudah dipindahkan ke Sukamiskin, dan dia boleh datang melihat dan berbicara dengan saja dua kali dalam sebulan, serta tidak boleh membawa apa-apa sebagai tanda kasih atau oleh-oleh untukku.

Berapakah lamanya? cuma sepuluh menit. Menerima su­rat bolehlah saya tiap-tiap hari: tentu saja diperiksa baik-baik.

Tidak berapa lamanya sesudah masuk ke dalam rumah kurungan, maka saya lalu bertukar pakaian dengan pakaian orang kurungan yang berwarna biru, rambutku dipotong hampir menjadi gundul, "dimilimeter" dalam bahasa Belandanya.

Hampir segala apa yang saya bawa dari rumah tahanan (di kota Bandung) – itu semuanya diambil. Besok harinya hari besar Islam; jadi saya tak perlu bekerja. 

Halaman
1234
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help