Berita OKU Timur

Jelang Panen Raya 2018, Petani di OKU Timur Khawatirkan Harga Gabah Makin Anjlok

Harga Gabah di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan menjelang panen raya pertengahan tahun 2018.

Jelang Panen Raya 2018, Petani di OKU Timur Khawatirkan Harga Gabah Makin Anjlok
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Harga Gabah di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan pasca panen raya. Petani mengeluhkan penurunan harga tersebut karena tidak sesuai dengan harapan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Harga Gabah di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan menjelang panen raya pertengahan tahun 2018.

Panen raya yang diperkirakan akan jatuh pada akhir Juli mendatang membuat petani khawatir harga gabah kembali turun sehingga sangat merugikan petani.

Saat ini harga gabah hanya berkisar antara Rp 3.600 hingga Rp 3.700 per kilogram.

Padahal sebelumnya pada Januari lalu harga gabah sempat mencapai Rp 4.500 per kilogram dari petani.

Namun sebagian petani mengaku tidak mengetahui penyebab turunnya harga gabah tersebut.

Menurut Yono, salah satu pengepul gabah di Desa Sukamulya Kecamatan Semendawai Suku III saat ini harga gabah ditingkat petani sebesar Rp 3.700 per kilogram dari sebelumnya sempat mencapai hingga Rp 4 ribu lebih.

Penurunan tersebut disebabkan karena saat ini para petani mulai melakukan pemanenan secara serentak yang tentu saja berimbas pada penurunan harga.

"Bisa saja harga gabah terus mengalami penurunan dan menyebabkan harganya anjlok akibat musim panen yang bersamaan dan melimpahnya hasil persawahan petani," katanya.

Sementara Dwi, salah satu petani mengatakan, bahwa penurunan harga gabah saat musim panen merupakan hukum alam yang tidak bisa dihindari.

Terlebih petani melakukan pemanenan secara serentak dengan kualitas padi tahun ini cukup baik. Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu.

Namun hingga saat ini pemerintah tidak memiliki solusi sehingga nasib petani selalu kesulitan.

"Sangat sulit petani menjadi sejahtera karena harga jual gabah tersebut menurun yang tentu saja diiringi dengan harga beras. Yang lebih menyakitkan harga beras mengalami kenaikan ketika petani kehabisan stok dan membeli di pasar," katanya.

Untuk saat ini lanjut dia, harga beras turun menjadi Rp. 7.500 hingga Rp. 7.700 per kilogram dari sebelumnya mencapai hingga Rp. 9 ribu per kilogram.

 

Baca: Crismonita Dwi Putri Pebalap Sepeda Andalan Indonesia di Asian Games 2018, Disuruh hingga Tertarik

Baca: Baru Seminggu Dilepas Manajemen, Begini Pertemuan 3 Mantan Pemain & Tim Sriwijaya FC

Baca: Foto Masa Lalu Iis Dahlia Beredar di Sosmed, Penampilannya Jadi Perbincangan, Sampai Dibandingkan!

Baca: Para Tokoh Ini Diprediksi Bakal Bikin Pertarungan Bacaleg DPR RI Partai NasDem Dapil 1 Sumsel Sengit

Baca: Penutupan Jembatan Endikat Pagaralam, Warga Keluhkan Harga Bahan Bangunan Naik, Ini Sebabnya

Penulis: Evan Hendra
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved