Landasan Jembatan Ogan Dipesan ke Pabrik di Jerman, Satu Landasan Saja Rp 50 Juta

Perbaikan Jembatan Ogan Palembang yang ditabrak kapal tongkang beberapa waktu lalu terus dilakukan.

Landasan Jembatan Ogan Dipesan ke Pabrik di Jerman, Satu Landasan Saja Rp 50 Juta
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Terlihat para pekerja tengah memperbaiki pilar jembatan Ogan yang rusak akibat ditabrak tongkang, Selasa (17/7/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Siti Olisa

SRIPOKU. COM, PALEMBANG --- Pasca ditabrak kapal tongkang beberapa waktu lalu, pengerjaan Jembatan Ogan terus dilakukan.

Pasalnya dari kejadian tersebut, ada tiga titik keretakan pada pilar jembatan dengan total kerusakan tersebar sepanjang 60 meter.

Pilarnya yang pecah diperbaiki kembali dengan beton grouting mutu tinggi fc 70 Mpa (K800). Dengan perbaikan  tersebut pihaknya memperkirakan perbaikan tahap pertama selesai pada bulan Agustus sebelum Asian Games 2018.

Kerusakan jembatan ini didominasi oleh retaknya beton dan ada pergeseran landasan jembatan sepanjang 3 cm.

PPK Jembatan Metropolitan BBPJN V, Suwarno, Kamis (19/7/2018) mengatakan untuk mengatasi pecahnya beton pada pilar ini perbaikannya dilakukan dengan cara induksi.

"Penanganannya dengan melakukan grouting beton untuk mengisi bagian yang retak pada beton, sedangkan untuk beton yang retak perbaikannya dilakukan dengan chipping atau pengetokkan pada beton agar bisa diisi kembali dengan sistem induksi," ujarnya.

Suwarno mengatakan untuk grouting dan chipping ini sudah selesai dilakukan, sedangkan untuk lantai yang retak diberi sillend (plaster khusus) kemudian akan dilakukan injeksi material," ujarnya.

"Pada akhir Juli ini jembatan kembali akan dibuka sementara untuk umum dengan catatan hanya untuk angkutan dengan beban gandar 8 ton, contohnya mobil trailer. Namun setelah Asian Games ditutup lagi untuk perbaikan keseluruhan" ujarnya.

Hal ini terjadi karena pengerjaan jembatan ini sepenuhnya belum selesai, karena landasan jembatan belum bisa diganti.

"Bahan utama untuk landasan jembatan ini belum selesai dari pabrikan di Jerman. Diperkiran penyelesaian landasan jembatan ini 2,5 bulan lagi, September nanti baru akan tiba di Palembang" ujarnya.

Karena itu tahun 30an, mesen dari Jerman 2 minggu lalu 2,5 bulan baru selesai, november nyampe Palembang, perlu 8 landasan, 50 juta satu landasan, belum upah.

Suwarno mengatakan, untuk perbaikan jembatan ini pihaknya menggunakan dana anggaran perbaikan rutin sebesar Rp 566 juta.

"Nantinya dana ini akan kami klaimkan ke perusahan pemilik kapal dari Kepulauan Riau," ujarnya.

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help