Berita Palembang

Ini Ungkap Kasus Ditres Narkoba Polda Sumsel Selama 2 Bulan, Tersangka Berikut Barang Bukti

Berbagai modus yang dilakukan para tersangka Narkoba untuk mengelabui petugas, salah satunya dilakukan tersangka AC.

Ini Ungkap Kasus Ditres Narkoba Polda Sumsel Selama 2 Bulan, Tersangka Berikut Barang Bukti
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Tersangka AC yang menunjukan kaleng minyak rambut tempat menyiman ekstasi miliknya ketika dirilis petugas di Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kamis (19/7/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam kurun waktu dua bulan dari Juni dan Juli, sebanyak sembilan tersangka narkoba diringkus jajaran Ditres Narkoba Polda Sumsel.

Sembilan tersangka berperan sebagai kurir atau pengedar dan pemakai.

Kesembilan tersangka yang diamankan yakni, AC, Ro, Mar, DR, MTP, AS, Ap, Ar dan IS. Para tersangka ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda.

Dari tangan kesembilan tersangka petugas mengamankan barang bukti narkoba dengan total sabu sabu seberat 434,98 gram dan 353 butir pil ekstasi.

Hasil ungkap kasus Narkoba ini dirilis Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kamis (19/7/2018).

Berbagai modus yang dilakukan para tersangka untuk mengelabui petugas. Salah satunya dilakukan tersangka AC yang menyimpan narkoba jenis ekstasi di dalam wadah minyak rambut.

Tersangka AC dibekuk di rumahnya di kawasan Jalan Kertaminangun Lebak Purun Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang.

Untuk mengelabui petugas, tersangka menyimpan 49 butir ekstasi di dalam kaleng wadah minyak rambut dan ditanamkan di bawah pondasi rumahnya. Namun berkat kejelian petugas, barang bukti ekstasi yang disembunyikan diketahui petugas.

Tersangka Alex Candra mengakui sengaja menyembunyikan ekstasi di dalam kotak minyak rambut untuk mengelabui petugas dan tempat menyimpannya pun selalu berpindah pindah.

"Memang ineks itu punya saya tapi tidak hanya disitu saya menyimpan tapi berpindah pindah," ujarnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman melalui Kabag Wassidik AKBP Imran Gunawan mengatakan, barang bukti narkoba jenis sabu seberat 434 gram senilai Rp 400 juta, dan 353 butir ekstasi senilai Rp 88 Juta merupakan hasil ungkap kasus dalam kurun waktu dua bulan.

"Saat ini semuanya masih dalam pemeriksaan lanjutan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan pasal 112 dan 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana di atas lima tahun kurungan penjara," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved