Berita Pagaralam

Upayakan Kopi Pagaralam Dapat Standar Nasional Indonesia, Ini yang Dilakukan Pemkot Pagaralam

Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil biji Kopi terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Namun sayangnya Biji Kopi

Upayakan Kopi Pagaralam Dapat Standar Nasional Indonesia, Ini yang Dilakukan Pemkot Pagaralam
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Seorang petani kopi di Lahat mengecek kondisi biji kopi yang masih hijau untuk memperkirakan kapan waktu panen tiba. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil biji kopi terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel). Namun sayangnya biji kopi hasil dari petani di Pagaralam sudah sejak lama belum berstandar nasional.

Hal ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam terus berupaya untuk menjadikan Kopi Pagaralam dapat masuk kategori Biji Kopi yang Berstandar Nasional Indonesia (SNI).

Untuk itu Pemkot melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengajak Kantor Layanan Teknis Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk menguji dan meneliti biji kopi Pagaralam.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Rabu (18/7/2018) menyebutkan, BSN mengunjungi 3 UKM Kopi Bubuk Pagaralam hal ini untuk meningkatkan brand kopi Pagaralam, melalui peningkatkan mutu dan menerapkan SNI.

Kepala Disperindagkop Kota Pagaralam, Saidi Amrullah mengatakan, meski belum masuk sebagai 5 wilayah produsen kopi Sumsel terbanyak, Kopi Pagaralam yang berjenis robusta dikenal enak dengan aroma yang khas coklat dan brown sugar atau karamel.

Ilustrasi
Ilustrasi (ISTIMEWA)

Baca:

Jadwal Lengkap dan Harga Tiket Asian Games 2018 Cabor Bulu Tangkis di Senayan

Kecurigaan Denada Sebelum Dokter Mendiagnosa Anaknya Shakira Idap Leukimia, Timbul Sepulang Liburan

"Untuk itu kita mengajak perwakilan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional untuk melihat Bubuk Kopi Pagaralam agar bisa masuk SNI," ujarnya.

Tim dari BSN Palembang melakukan peninjauan pada tiga UKM Kopi, yaitu Kopi Gigir di Jalan Tanjung Sakti, Desa Ujan Mas, Kopi Kawah Dempo di Jalan Alpokat Perumnas Nendagung dan Kopi Radje Item di Jalan Kolonel Noerdin Pandji.

"Kami dari Pemkot Pagaralam siap mendukung agar ketiga UKM ini dapat memperoleh SNI," katanya.

Perwakilan dari Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sumsel, Haryanto mengatakan, kunjungan BSN dilakukan untuk melihat kesenjangan atau Gap Analysis kondisi lapangan dengan persyaratan SNI Kopi Bubuk dan GMP atau Good Manufacturing Practices.

"Hal ini juga sekaligus untuk pengambilan sampel produk kopi bubuk dan biji kopi Pagaralam untuk diuji di laboratorium yang kompeten dan sudah diakreditasi atau diakui," jelas Haryanto.

Setelahnya tim BSN akan menyusun laporan analisa kesenjangan sekaligus memberikan saran perbaikan, baik dari bahan baku, proses terutama pengendalian kualitas sampai, sarana dan fasilitas produksi yang sesuai persyaratan.

"Kami sendiri menargetkan tahun 2017, Kopi Pagaralam sudah memperoleh sertifikat SNI," tegas Haryanto.(*)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved