News Video Sripo

Dari Bertani Kopi, Ini Kisah Kakek Jawami Hingga Bisa Naik Haji

Puluhan tahun Kakek Jawami (76) bekerja sebagai petani kopi dan lada, hasil jerih payahnya yang tidak besar itu lalu di

Laporan Wartawan sripoku.com Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Puluhan tahun Kakek Jawami (76) bekerja sebagai petani kopi dan lada, hasil jerih payahnya yang tidak besar itu lalu ditabungkan demi tercapai Cita-citanya untuk berangkat haji.

Setelah setelah sekian lama ia menunggu keinginan Kakek Jawami tahun ini akhirnya terkabul.

Dia bersama rombongan kloter 2 akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tanggal 19 juli.

Sambil duduk bersandar Kakek Jawami meceritakan kisah perjalanannya bisa berangkat haji.

"Ngumpulin uang itu simpenan dari hasil tani selama bertahun-tahun, dan itu hasil saya sendiri,"ujarnya sambil tersenyum, Rabu (18/07/2018).

Kakak Jawami yang mempunyai 6 anak ini tinggal di desa Gunung Raya, Kecamatan Warikuk Ranau Selatan, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Setiap hari, Kakek Jawami berjalan tak kurang dari 10 km untuk menuju ladang bertani, ia lakoni untuk melunasi biaya haji yang saat ia mendaftar masih ada dana talangan.

Tak sia-sia, berkat kemauan,kerja keras,ikhtiar dan doanya selama ini.

Akhirnya ia bisa melunasi dan berangkat ke Tanah Suci.

Namun ia mengatakan sejak satu tahun terakhir ini tidak bertani lagi karena usia semakin menua dan harus menjaga kesehatan sebelum menunaikan ibadah haji.

"Sejak satu tahun terakhir anak saya yang menggantikan untuk bertani, karena saya harus menjaga kondisi kesehatan,"katanya.

Kakek Jawami sangat senang karena bisa memenuhi panggilan berangkat ke Tanah Suci.

"Alhamdulillah sangat senang dan tak lupa bersyukur bisa berangkat haji,"ucap syukur Kakek Jawami .

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved