Berita Palembang

Sempat Sepi Pembeli, Ukiran Kayu Palembang Kembali Dilirik

Selain itu, seni ukir dari bahan kayu memiliki ketahanan usia lebih lama dan harga yang lebih murah bila dibanding dengan bahan lainnya.

Sempat Sepi Pembeli, Ukiran Kayu Palembang Kembali Dilirik
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Salah satu pegawai toko seni kerajinan ukir Palembang tengah mewarnai salah satu ukiran kayu, Sabtu (14/07/2018). 

Sementara untuk kreasi bentuk kotak tisu, tempat perhiasan, tempat buah dan kotak hantaran pernikahan berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 400.000.

Beragam produk seni kerajinan ukir khas Palembang.
Beragam produk seni kerajinan ukir khas Palembang. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

===

Tami mengungkapkan ia bertekad tidak hanya meneruskan usaha kerajinan milik keluarga yang telah dirintis sejak tahun 90 an ini, namun usahanya ini juga sebagai upayanya menjaga produk kerajinan lokal agar tidak hilang di telan kemajuan zaman.

Saat ini memang di sentra ukiran kayu khas Palembang hanya tinggal beberapa toko saja yang masih menjual produk kerajinan ukir ini.

Dahulunya terdapat puluhan toko kerajinan, namun perlahan mulai gulung tikar dikarenakan sulitnya mencari bahan buku dan bersaing dengan produk ukir modern.

"Sebisa mungkin kerajinan ukir ini jangan sampai tergerus terus hilang di tengah serbuan produk-produk modern." ujar Tami.

===

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved