Piala Dunia 2018

Jelang Final Piala Dunia, Kroasia Persiapkan Mental Hadapi Ayam Jantan Prancis

Kekuatan karakter dari negara Balkan Kroasia ini akan membantu mereka bermain pada final Piala Dunia melawan Prancis,

Jelang Final Piala Dunia, Kroasia Persiapkan Mental Hadapi Ayam Jantan Prancis
(REUTERS/Murad Sezer)
Kroasia menghancurkan Argentina di pertandingan kedua Grup D. 

SRIPOKU.COM - menghadapi Klub berjuluk ayam jantan Prancis yang sudah tiga kali menjadi juara piala dunia bukanlah hal gampang bagi Kroasia. Tiga kali Kroasia tertinggal pada tiga laga sistem gugur Piala Dunia 2018 dan tiga kali pula bangkit untuk menang. Kekuatan mental ini berharga pada laga final lawan Prancis.

Kekuatan karakter dari negara Balkan Kroasia ini akan membantu mereka bermain pada final Piala Dunia melawan Prancis, kata sang pelatih, Zlatko Dalic, usai menang atas Inggris setelah tertinggal lebih dulu, Kamis (12/7) dinihari.

Pelatih Kroasia, Zlatco Dalic /sumber foto ://www.balls.ie/football/bullish-zlatko-dalic
Pelatih Kroasia, Zlatco Dalic /sumber foto ://www.balls.ie/football/bullish-zlatko-dalic ()

Kroasia akan bertanding lawan Prancis pada final hari Minggu (15/7) nanti, 20 tahun setelah takluk dari musuh yang sama di semifinal Piala Dunia 1998. Ini merupakan partai final pertama negara Balkan tersebut.

“Ini adalah pertandingan yang sangat sulit bagi kami,” kata pemain terbaik pada laga Inggris vs Kroasia malam sebelumnya , Ivan Perisic, yang menyamakan skor setelah gol cepat Kieran Trippier. Mario Mandzukic kemudian mencetak gol pada menit ke-109 untuk menyelesaikan kemenangan ketiga mereka secara beruntun setelah setiap kali tertinggal lebih dulu.

“Kami tahu apa yang dipertaruhkan dan betapa pentingnya semi final untuk negara kecil seperti Kroasia,” tambah Perisic. “Kami memulai secara lambat hari ini, tetapi kami menunjukkan karakter kami dan kembali bangkit setelah tertinggal satu gol, sama seperti yang kami lakukan di babak sistem gugur sebelumnya.”

Ivan Perisic.
Ivan Perisic. (talkSPORT)

dilansir dari berbagai sumber , Perjalanan tim Balkan ini untuk melaju ke final tidaklah gampang, Kroasia lebih dulu tertinggal satu gol saat melawan Denmark pada babak 16 besar dan menghadapi Rusia di perempat final, sebelum menyamakan skor, memaksakan perpanjangan waktu, dan kemudian menang adu penalti.

Kemenangan mereka pada hari Kamis sudah lebih baik daripada apa yang senior mereka lakukan pada tahun 1998 (kalah 2-1 di partai semifinal) ketika Prancis kemudian mengangkat trofi juara.

Untuk pelatih Kroasia Zlatko Dalic, laga final melawan Prancis adalah kesempatan untuk membalas dendam untuk kekalahan pahit mereka 20 tahun lalu.

“Mungkin permainan itu memiliki makna historis, mungkin Tuhan yang Maha Pengasih memberi kami kesempatan untuk membalas dendam atas kekalahan kami sebelumnya (di tahun 1998),” kata Dalic.

“Kami mencapai final, kami ingin bermain di final. Prancis unggul satu hari istirahat untuk memulihkan kebugaran mereka tetapi itu tidak akan menjadi alasan bagi kami.”

Halaman
12
Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help