Berita Palembang

Kesal tak Digaji Selama 3,5 Tahun, Pria Ini Curi Bagian LRT Ini Hingga Diringkus Petugas

Ketiganya dibekuk lantaran melakukan aksi pencurian kabel listrik yang digunakan untuk suplai Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Kesal tak Digaji Selama 3,5 Tahun, Pria Ini Curi Bagian LRT Ini Hingga Diringkus Petugas
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Tiga pelaku pencurian kabel yang dibekuk petugas berikut sisa potongan kabel sebagai barang bukti ketika dirilis di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Zainudin (41) bersama dua temannya yakni Bambang Sugianto (45), dan Andreas alias Ucok (40), diringkus petugas Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Ketiganya dibekuk lantaran melakukan aksi pencurian kabel listrik yang digunakan untuk suplai Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Berdasarkan pengakuan tersangka Zainudin, niat mencuri muncul karena rasa kesalnya terhadap PT BICC Citra KSI, perusahaan tempatnya bekerja, lantaran tak menerima gaji selama 3,5 tahun.

"Saya sudah bekerja sejak lima tahun lalu. Sudah 3,5 tahun saya tidak digaji, sebulan Rp1,2 juta. Katanya proyek mandek jadi tak bisa gaji. Saya nyambi ngojek, tapi masih tak cukup. Akhirnya terpaksa mencuri kabel," ujar Zainudin, ketika rilis perkara di subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kamis (12/7/2018).

Akhirnya Zainudin mengajak dua temannya untuk mencuri kabel yang disimpan di gudang kantor tempatnya bekerja, di Jalan Talang Keramat, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Banyuasin, 6 Juni lalu sekitar pukul 16.00.

Aksi ketiganya yakni dengan cara memotong sisa kabel saluran kabel tingkat tinggi (SKTT) 150 kv yang dipergunakan untuk mendukung kelistrikan LRT Palembang sepanjang satu meter setiap beraksi.

Sedikit demi sedikit, mereka mencuri hingga perusahaan kehilangan 400 meter kabel berdiameter 10 sentimeter.

"Kami potong pakai gergaji besi. Setiap ngambil paling satu meter. Kami kupas ambil tembaganya. Satu meter itu kami jual Rp1,5 juta. Kami bagi rata Rp500.000 setiap orang. Itu cuma kabel sisa dan bukan kabel yang di dalam tanah," ujarnya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, aksi pelaku diketahui saat pihak perusahaan bersama PLN mengecek gudang penyimpanan kabel tersebut.

Saat diaudit, sepanjang 400 meter kabel dengan total kerugian Rp600 juta hilang. Akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Saat diselidiki oleh Unit II pimpinan Kompol Bakhtiar, diduga ada keterlibatan orang dalam. Akhirnya diketahui Zainudin yang bekerja sebagai penjaga keamanan merupakan otak pelaku. Setelah dikembangkan, dua pelaku lagi kami tangkap," ujarnya.

Namun salah satu tersangka yakni Ucok melawan petugas saat hendak ditangkap di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin. Sehingga polisi menindak tegas dengan menembak kaki kiri pelaku untuk melumpuhkannya. "Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," ujar Yoga.

Baca: Enam Pemain Sriwijaya FC yang Diisukan Bakal Hengkang

Baca: Tak Dapat Restu dari Ibunda Eza Gionino, Akun Meiza Aurelia Echa Unggah Kalimat Panjang Ini

Baca: Siswi SMK Tewas Usai Diduga Dirudapaksa Kenalan FB, 4 Fakta Barunya hingga Kecurigaan Sang Ayah

Baca: Unit Layanan Pelelangan Disoroti KPK, Ini Tanggapan Kepala ULP Ogan Ilir

Baca: Sektor Industri Pengolahan akan Mendominasi PDRB OKU

Baca: Targetkan Juara Tingkat Dunia, Dua Siswa SMAN Sumsel Terbang ke Seoul

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Semifinal Piala AFF U-19, Indonesia Vs Malaysia Jam 19.00 WIB Bisa Lewat HP

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved