Berita Palembang

Akui Lalai, Pria di Palembang Ini Cabut Berkas Pengaduan, Ternyata Karena Ini Saldo ATMnya Berkurang

Sri Pebriandi alias Vei (33) mendatangi Polresta Palembang untuk melakukan pencabutan berkas yang dibuat

Akui Lalai, Pria di Palembang Ini Cabut Berkas Pengaduan, Ternyata Karena Ini Saldo ATMnya Berkurang
Rangga Erfizal
Vei saat melakukan klarifikasi kasus yang mengenainya, Kamis (12/7). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sri Pebriandi alias Vei (33) mendatangi Polresta Palembang untuk melakukan pencabutan berkas yang dibuat beberapa waktu lalu. la mengaku lalai telah membiarkan nomor pin atmnya berada di dalam dompet sehingga dapat diakses.

Vei mengungkapkan, setelah dikonfirmasi ke pihak BNI, saldo tabungannya berkurang itu memang ditarik oleh kerabatnya (kakak ipar) tanpa sepengetahuannya.

"Saya klarifikasi atas masalah ini memang karena kelalaian saya. Pihak BNI sudah membantu dan menjelaskan semuanya, bahwa memang ada transaksi penarikan uang di ATM oleh kakak ipar saya. Hanya saja pada waktu itu, saya tidak mengetahuinya. Jadi ini murni kelalaian saya," ujar Vei, Kamis (11/9).

Vei pun sangat berterima kasih pada pihak BNI yang telah membantunya dalam pemasalahan yang dihadapinya.

"Jadi saya itu tidak melaporkan pihak BNI, justru saya sangat terima kasih kepada pihak BNI. Jadi dalam masalah ini, tidak ada saya melaporkan BNI. Ini murni kelalaian saya," ujar Vei.

Head of Bussiness Consumer BNI Wilayah Palembang Anak Agung Gede Putra menyatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV di ATM dan disimpulkan bukan kasus skimming.

Dia menjelaskan, penarikan uang atau transaksi via ATM bisa dicek siapa pelakunya karena setiap ATM memiliki snapshot dan CCTV. “Kita sudah memeriksa CCTV dan telusuri CCTV-nya pada estimasi waktu transaksi,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengundang nasabah untuk melihat rekaman CCTV. Ia mengungkapkan, dari hasil penelusuran, BNI menyimpulkan ini bukan kasus skimming.

"Ada dua transaksi yang terjadi, yakni penarikan di ATM BNI dan BRI. Jejak transaksi menunjukkan bahwa kartu ATM tersebut hadir saat penarikan uang,” urainya.

Menurutnya, kasus seperti ini biasa terjadi. Namun, kebanyakan terjadi akibat keluarga dan kerabat sendiri. Yakni orang terdekat nasabah yang bisa menjangkau kartu ATM dan mengetahui password ATM. Sebab uang tidak bisa tiba-tiba lenyap atau ditarik tanpa menggunakan kartu ATM.

“Dari hasil ini didapatkan ada pelakunya. Kita juga sudah tunjukkan dan berikan rekamannya pada nasabah. Orangnya ada, kartunya ada saat transaksi. Ini murni kelalaian nasabah karena PIN ATM sifatnya merupakan rahasia,” ungkapnya. 

Baca: Denga Isu Perdagangan Orang di Empatlawang? Segera Lapor ke Sini

Baca: Gubernur Saksikan Penandatangan Perjanjian Kerjasama APIP dan APH

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Semifinal Piala AFF U-19, Indonesia Vs Malaysia Pukul 19.00 WIB Lewat HP

Baca: Anak Perempuan di Empat Lawang Ini Hanyut di Sungai Musi Saat Lakukan Ini Bersama Ibunya

Baca: Pria di Palembang Ini Ditemukan Tewas, Ternyata Gegera Ini Polisi Temukan Sesuatu di Celananya

Baca: Pria di Palembang Ini Ditemukan Tewas, Ternyata Gegera Ini Polisi Temukan Sesuatu di Celananya

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved