Berita Palembang

Pastikan Keamanan Makanan Saat Asian Games, Ini Yang Dilakukan BPOM RI di Sentra Kuliner Palembang

Jelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan BPOM Pusat Republik Indonesia (RI) melakukan

Pastikan Keamanan Makanan Saat Asian Games, Ini Yang Dilakukan BPOM RI di Sentra Kuliner Palembang
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Pelaku usaha yang sedang mengecek pempek jualan mereka, Rabu (11/7). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Jelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan BPOM Pusat Republik Indonesia (RI) melakukan penyuluhan keamanan pangan di berbagai lokasi kuliner kota Palembang.

Penyuluhan keamanan pangan saat Asian Games ini dilakukan kepada 1.166 pelaku usaha seperti penjual pempek, jasa boga, restoran saji hingga pedagang kaki lima yang ada di Palembang.

Pemeriksaan keamanan pangan terhadap produk yang dijual menggunakan alat test kit formalin, borax, rhodamin B dan methanil yellow.

Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 harus aman dan memiliki makanan yang berkualitas, seperti nutrisi makanan yang ada harus seimbang bukan hanya sekedar membuat.

"BPOM berkontribusi dalam Asian Games 2028, seperti melihat keamanan pangan yang di konsumsi di palembang dan sekitarnya, pencegahan sudah kita lakukan berupa memberikan edukasi kepada para produsen pangan," jelasnya saat di wawancarai, Rabu (11/7).

Ia juga berharap, pelaku usaha di Palembang memiliki daya saing tinggi dengan cara menyediakan kemasan yang menarik dan produk bermutu agar dapat di ekspor ke seluruh penjuru dunia, dan bisa meningkatkan income ekonomi lokal dan ekonomi nasioal.

"Kalau makanan di Palembang berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPOM membantu produk-produk Palembang bisa berdaya saing, jika belum punya izin edar MD kita akan bantu untuk alur produksi nya," ujarnya.

Untuk makanan di Palembang masih ada yang harus diwaspadai karena ada beberapa temuan produk makanan rumahan yang menggunakan formalin seperti tahu dan mie, untuk pempek tidak ada yang memakai formalin tetapi ada potensi.

"Kita akan mensosialisakikan alat pengganti formalin, penggantinya dengan teknologi pendinginan dan palata, tetapi untuk palata sedang proses izin badan pom untuk kelayakan,"ungkapnya.

Saat ini pihaknya berupaya melakukan penegakan penataan pengelola formalin agar tidak masuk untuk makanan, karena formalin bukan untuk makanan.

"Apabila ada pihak yang tertangkap menggunakan formalin untuk akan dipidana dua tahun dan denda empat milliar rupiah, saat ini tempelan stiker pangan aman sudah berfungsi sebagaimana fungsinya, Terutama pada saat Asian Games nanti,"ujarnya

Baca: Nagita Slavina Tampil Cantik Kenakan Setelan Kostum Ini saat Isi Acara, Intip Nominalnya Yuk!

Baca: Merasa Aman Berinverstasi di Musi Rawas, PT Seleraya Berikan Mobil Ini Untuk Pemkab Musirawas

Baca: Mimpi Nikita Mirzani Saat Pertama Kali Berhijab, Didatangi Mendiang Orangtua, Uya Kuya Sampai Nangis

Baca: Cuplikan Selebrasi dan Komentar Coach RD Usai Ditahan Imbang Persija, Masih Optimis di Papan Atas

Baca: 8 Penambang Pasir di Musi II Palembang Ini Tak Berizin, Ini Ancaman Hukumannya, Segera Urus Izin!

Baca: Geledah Kontrakan Terduga Teroris, Densus 88 Banyak Temukan Senjata, Istri Yakini Salah Tangkap

Baca: Blak-Blakan Lucinta Luna Bocorkan Biaya Oplas hingga Tarif Endorsenya, Satu Posting Bisa Rp 15 Juta!

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help