News Video Sripo

Bisnis Menggiurkan Dari Dalam Sungai Musi Penambang Liar Ancam Ekosistem Sungai

" Kami disini hanya pekerja, kapal dan peralatan tongkang ada pemiliknya, "katanya. Saat ditanya soal izin, para penambang ini kaget.

"Paling lama dua hingga tiga bulan selesai, "katanya.

Menurut dia, dalam mengajukan izin tak boleh tumpang tindih dengan pihak sebelumnya yang telah mendapatkan izin.

Sehingga setiap perusahaan atau perorangan ada batasan batasan dalam melakukan aktivitas penambangan.

Direktur PT Panji Mahakarya Adi Hariyoko, mengatakan, pihaknya jelas paling dirugikan atas adanya aktivitas tambang ilegal ini.

Setiap harinya kata dia, ada puluhan tongkang pasir yang dihasilkan oleh penambang liar ini.

"Kalau satu tongkang menghasilkan 100 kubik pasir dengan kalkukasi harga pasir per kubik nya Rp 35 ribu artinya kita merugi puluhan hingga ratusan juta per harinya, "katanya.

Selain itu, pihaknya dirugikan jika terjadi dampak lingkungan. Seperti ada pencemaran dan sebagainya karena pihak yang harus bertanggung jawab adalah perusahaan yang memiliki izin.

" Tentu kalau ada apa apa terutama dampak lingkungan kita yang kena. Karena perusahaan kita yang punya izin, "katanya.

Adi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengupayakan untuk merangkul para pengusaha tambang pasir ilegal ini.

Untuk bergabung bersama perusahaan mereka. Sehingga para penambang liar ini bisa tetap melakukan aktivitas mengambil pasir tapi dengan cara yang benar.

"Kita ada pajak yang harus kita bayarkan ke pemerintah, kita juga memiliki kajian titik mana saja yang bisa ditambang atau tidak. Jadi kita tidak bisa sembarangan melakukan penambangan, "katanya.

Ia berharap para pengusaha ini, mau mengikuti aturan untuk tidak melakukan aktivitas tambang pasir ilegal lagi.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha tambang pasir ini.

Namun hingga saat ini, belum ada dari mereka yang mau menyatakan ingin bergabung.

" Kami harap bisa gabung sama kita kalau mau menambang pasir, " katanya.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved