Home »

Video

News Video Sripo

Bisnis Menggiurkan Dari Dalam Sungai Musi Penambang Liar Ancam Ekosistem Sungai

" Kami disini hanya pekerja, kapal dan peralatan tongkang ada pemiliknya, "katanya. Saat ditanya soal izin, para penambang ini kaget.

" Kami disini hanya pekerja, kapal dan peralatan tongkang ada pemiliknya, "katanya.

Saat ditanya soal izin, para penambang ini kaget. Karena selama mereka menambang tak mengetauhi soal itu. Setau mereka setiap kali kapal masuk untuk menambang pasir, penambang menyetor sejumlah uang sebesar Rp 250 ribu ke oknum aparat desa di kawasan mereka menambang.

" Saya tidak tau soal izin, yang kami tau setiap satu tongkang yang menambang kami setor Rp 250 ribu ke perangkat desa atau RT, "kata penambang itu.

Saat ditanyai soal dampak lingkungan, mereka juga tak mengetahui soal itu. Penambang hanya mencari titik titik dimana terdapat pasir banyak.

"Biasanya kami sedot pasir di tengah sungai, kalau di pinggir sungai sering kena marah oleh masyarakat, "katanya.

Kepala UPTD Dinas Pertambangan Sumsel, Idham mengatakan, saat ini sudah ada 15 baik perusahaan maupun perorangan yang mengajukan izin.

Dimana dari total tersebut sudah ada 5 perusahaan dan perorangan yang izinnya sudah keluar.

" Dua perusahaan yakni PT Panji Mahakarya, CV Lintang di Rantau Bayur, dan 3 perorangan, di kawasan Musi II dan kawasan Pusri," katanya.

Sedangkan untuk 10 perusahaan dan perorangan tersisa masih dalam proses perizinan.

" Masih ada 10 ya yang sedang proses, "katanya.

Halaman
1234
Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help