Berita Palembang

8 Penambang Pasir di Musi II Palembang Ini Tak Berizin, Ini Ancaman Hukumannya, Segera Urus Izin!

Terkait penambangan tak berizin, pihaknya sering melakukan mediasi dan melibatkan Polda untuk menertibkan aktifitas mereka.

8 Penambang Pasir di Musi II Palembang Ini Tak Berizin, Ini Ancaman Hukumannya, Segera Urus Izin!
Sripoku. com /Yandi Triansyah
Penambang Pasir Ilegal di Sungai Musi, Sabtu (7/7/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Panjangnya aliran Sungai Musi ternyata banyak memberi manfaat hingga peluang kerja bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya, seperti untuk membuka usaha penambangan pasir.

Jenis usaha ini pun menjamur di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), contohnya di sekitar kawasan Jembatan Musi II.

Namun sayangnya dari puluhan penambang pasir yang ada, nyatanya baru empat izin usaha pertambangan (IUP) dan Izin Operasi Produksi (IOP) yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala UPTD ESDM Regional 1 (Wilayah Palembang- Kota Banyuasin), Idham menjelaskan, keempat izin yang dikeluarkan tersebut terdiri dari badan usaha dan perorangan.

"Ada PT Panji Mahakarya dengan luas area titik penambangan Hampir 1000 Ha (Musi II- Pulo Kerto), CV Lintang Karunia Alam, dan dua lainnya perorangan denga luas sekitar masing-masing 5 Ha," ujarnya, Rabu (11/7/2018).

Menurut Idham, di sepanjang aliran Sungai Musi sudah tak ada lagi celah kosong, semua sudah dipatok lewat penetapan titik koordinat untuk dijadikan area penambangan pasir yang diajukan badan usaha maupun perorangan.

"Jadi kalau bicara ilegal atau tidak itu lihat izinya dulu, yang dikatakan ilegal adalah usaha tambang rakyat yang artinya mereka sudah lama dan turun menurun jalankan usaha itu.

Tetapi ada juga yang sudah mengajukan izin ke kami namun baru sebatas eksplorasi saja, dimana mereka boleh melakukan penyelidikan soal potensi dan kualitas pasir didaerah tersebut.

Sedangkan untuk mulai menambang harus ada izin operasi produksi baru boleh," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved