Berita PALI

Guru SDN 2 Talang Ubi PALI Dibegal Tiga Remaja Pakai Senjata Api

"Saat dicegat, saya sempat jatuh dan satu pelaku menodongkan sejenis pistol dan memaksa saya untuk turun dan menjauh," kata korban.

Guru SDN 2 Talang Ubi PALI Dibegal Tiga Remaja Pakai Senjata Api
TRIBUN SUMSEL.COM/ARIWIBOWO
Polisi dan warga sedang melihat TKP Begal di Talang Kerangan. 

SRIPOKU.COM, PALI - Eva Marlita Sari, guru SDN 2 Talang Baru warga Talang Tumbur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibegal tiga pelaku menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira).

Kejadian itu terjadi di Talang Kerangan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Selasa (10/7) sekitar pukul 09.30 atau bejarak 500 meter dari Kediaman Rumah Dinas Bupati PALI.

Saat itu korban hendak pergi menghadiri undangan ke Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, belum sampai di lokasi dia dibagal oleh pelaku.

Eva berboncengan dengan ibu kandungnya bernama Rosada dan anaknya yang masih bayi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih BG 5510 QW.

Saat melintas di TKP, tiba-tiba tiga pelaku menghadang laju kendaraan korban, dan dari salah satu pelaku menodongkan senjata rakitan jenis laras pendek.

Karena ketakutan, korban terpaksa merelakan kendaraannya dirampas ketiga pelaku yang juga menggunakan sepeda motor merek Honda Beat warna merah.

"Saat dicegat, saya sempat jatuh dan satu pelaku menodongkan sejenis pistol dan memaksa saya untuk turun dan menjauh dari motor yang saya bawa. Saat pelakunya tiga orang masih kecil-kecil. Dan katanya ada yang sempat melihat pelaku sebelum kejadian, tengah pesta sirup obat batuk merek komix di dekat lokasi," cerita Eva yang trauma dengan kejadian menimpanya.

Akibat kejadian itu, korban melaporkan ke Mapolsek Talang Ubi, dia berharap agar pelaku bisa ditangkap.

"Setelah motor saya dirampas, saya minta tolong warga dan meminta antar ke kantor polisi untuk menangkap pelaku," harapan Eva.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim PALI, AKBP Afner Juwono langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengejaran.

"Kita perintahkan anggota kita untuk olah TKP, kalau bukti banyak dan keterangan saksi-saksi juga banyak, mudah-mudahan pelaku bisa dapat diungkap dengan cepat. Karena untuk kasus 365 menjadi atensi kita dalam menciptakan rasa aman terhadap masyarakat," jelas Afner.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved