Cerita Wanita 50 Tahun jadi Pawang Pencarian Remaja yang Diserang Buaya di Sungai Rengit Banyuasin

Cerita Wanita 50 Tahun jadi Pawang Pencarian Remaja yang Diserang Buaya di Sungai Rengit Banyuasin

Cerita Wanita 50 Tahun jadi Pawang Pencarian Remaja yang Diserang Buaya di Sungai Rengit Banyuasin
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Jasad Alif, warga yang diserang buaya di Sungai Rengit akhirnya berhasil ditemukan. 

SRIPOKU.COM - Dua kali dua puluh empat jam akhirnya mayat Alif (19) ditemukan di pinggiran Sungai Rengit, sekitar pukul 09.30 WIB.

Jenazah pria itu ditemukan warga sekitar yang sedang berjaga di lokasi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com dari lapangan, mulanya warga sekitar heran dengan kondisi rumput sungai yang bergoyang-goyang, alhasil setelah di cek dengan sangat hati-hati mereka memberanikan diri untuk melihat pinggiran sungai itu, dan ternyata ada sesosok mayat yang bercampur dengan lumpur sungai.

Mayat tersebut rupanya mayat Alif yang hilang di terkam buaya muara ketika hendak mencuci tangan di Sungai Rengit, Minggu (8/7/2018).

Saat ditemukan kondisi mayat dengan posisi tengkurap dan sudah bengkak membiru, bahkan kepala serta tangan kanan korban sudah tidak ada lagi.

jasad Alif, warga yang diserang buaya di Sungai Rengit akhirnya berhasil ditemukan.
jasad Alif, warga yang diserang buaya di Sungai Rengit akhirnya berhasil ditemukan. (SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN)

Doyok, seorang warga, mengatakan kalau ia dan warga lain melihat rumput sungai bergerak dan saat itu lah timbul kecurigaan.

Saat akan memastikan ada apa di balik rumput tersebut, mereka melihat mayat Alif ada di pinggir sungai.

"Kita curiga ada apa kok bergoyang-goyang, pas kita cek rupanya mayat yang dimakan buaya, saat ini baru mayatnya yang ditemukan kalau buayanya belum ketemu," jelas Doyok saat diwawancarai Sripoku.com.

Lebih lanjut lagi, saat jasad Alif ditemukan, warga hanya ada sekitar 30 orang untuk membantu, tetapi setelah alat berat untuk menyambungkan antar wilayah block perusahaan datang, masyarakat langsung datang berkerumun untuk melihat dan menolong.

"Mayatnya di angkat menggunakan alat berat, masyarakat langsung membantu evakuasi mayat tersebut," ujar Doyok.

Halaman
123
Penulis: Fadhila Rahma
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved