Berita Palembang

Pertagas Diakuisisi PGN, Ratusan Pekerja Pertamina di Palembang Ini Gelar Aksi Protes, Ini Alasannya

Selain itu juga skema akuisisi yang dilakukan tak menjamin dominasi penguasaan negara sesuai yang diamanatkan pasal 33 ayat 2 UUD 1945.

Pertagas Diakuisisi PGN, Ratusan Pekerja Pertamina di Palembang Ini Gelar Aksi Protes, Ini Alasannya
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Demo para pekerja Pertamina, Senin (9/7) di depan gerbang masuk kilang Komperta Plaju. 

Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sekitar 200-an pekerja PT Pertamina Persero Refinery Unit (RU) III Plaju yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III-Federasi SPP Bersatu (FSPPB) melakukan aksi demo di depan gerbang kilang komperta Plaju, Senin (9/7).

Aksi demo ini dilakukan karena ratusan pekerja ini menolak akuisisi dan minta klarifikasi tentang kejelasan akuisisi Pertamina Gas (Pertagas) oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Aparat kepolisian dari Polsek Plaju dan Direktorat pengamanan Objek Vital (PAM Obvit) Polda Sumsel langsung turun mengamankan jalannya demo.

Dalam orasi tersebut Pj Ketua Umum SPPRU III-FSPPB, Yuchnaidi menyesalkan keputusan akuisisi yang ditakutkan akan merugikan negara.

Selain itu juga skema akuisisi yang dilakukan tak menjamin dominasi penguasaan negara sesuai yang diamanatkan pasal 33 ayat 2 UUD 1945.

"Tindakan akuisisi Pertagas oleh PGN berpotensi mengakibatkan kerugian negara dan patut diduga ada tindak penyalahgunaan wewenang yang bertujuan menguntungkan pihak tertentu dalam hal ini asing. Dimana, PGN yang 43,036 persen sahamnya dikuasi publik atau swasta yang didominasi asing mengakuisisi Pertagas yang notabene merupakan perusahaan yang 100 persen sahamnya dimiliki negara," beber Yuchnaidi.

Lanjutnya, ketakutan tersebut bukan tanpa dasar. Sebab, selama ini Pertagas merupakan perusahan yang sehat dan memiliki variabel keuntungan bisnis yang baik. Dengan akuisisi ini saham Pertagas berpotensi divaluasi atau valuasi direkayasa menjadi lebih rendah nilainya dari yang semestinya.

Hal senada disampaikan Dicky Firmansyah selaku ketua dewan penasehat SPP RU III. Menurutnya dari fakta yang terjadi, korporasi selalu menggunakan skema akuisisi dimana laba (keuntungan) terkonsentrasi sebagian jatuh ke publik utamanya pihak asing.

"Harusnya yang sesuai dengan UUD 1945 skema sinergi tanpa akuisisi, karena fakta yang ada kondisi PGN yang mengakuisisi Pertagas ini mempunyai banyak hutang. Terbukti, selama kurun lima tahun terakhir harga saham PGN kerap disclaim langsung meroket naik," ucap Dicky.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait aksi demo oleh pekerja yang tergabung dalam SPP RU III ini, humas Pertamina RU III, Hanum mempersilahkan para pekerja menggelar aksi ini sebagai bagian dari dinamika internal akibat kebijakan yang dikeluarkan di tingkat pusat.

"Persilahkan saja untuk aksi yang mereka gelar secara tematik yang digelar sebagai wujud keprihatinan terhadap perusahaan, terlebih sejauh ini juga di tingkat pusat masih dilakukan pembicaraan terkait hal ini," tutup Hanum.

Baca: Kisah Remaja 15 Tahun Disebut Alami Pendarahan Mata, Benarkan Keseringan Main HP? Ini Kata Dokter

Baca: Dikunjungi Gubernur Alex Noerdin, Begini Meriahnya Kampung Hias Asian Games, di Sini Tempatnya

Baca: Betah Jomblo di Usia 35 Tahun, Tak Disangka Alasan Ini Dipilih Syahrini Belum Mau Berumah Tangga

Baca: Sempat Koma Digigit Ular Peliharaannya, Rizki Ahmad Akhirnya Meninggal Dunia

Baca: Punya Program Sempurna Religius, Begini Cara Bupati Musi Rawas Ajak ASN Ramaikan Masjid

Baca: Astindo Travel Fair 2018 Giat Targetkan Raup Transaksi Rp 3 M

Baca: Lakukan Hal ini di Kamar Tidur, Video Audy Item Bareng Iko Uwais Buat Warganet Iri ‘Inget Suami’

Baca: Astindo Travel Fair 2018 Giat Targetkan Raup Transaksi Rp 3 M

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help