Berita Pagaralam

Penutupan Jembatan Endikat, Tidak Hanya Ongkos, Bahan Ini Juga Naik, Begini Keluhan Pelaku UKM

Pasca penutupan akses utama masyarakat Pagaralam menuju Kabupaten Lahat yaitu Jembatan Endikat sedang ditutup total

Penutupan Jembatan Endikat, Tidak Hanya Ongkos, Bahan Ini Juga Naik, Begini Keluhan Pelaku UKM
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Pelaku UMKM yang terkena dampak penutupan jembatan Endikat, Tampak para karyawan UMKM yang sedang melakukan pengemasan kripik untuk dijual diluar Kota Pagaralam. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Penutupan Jembatan Endikat secara total mempengaruhi perekonomi masyarakat setempat, termasuk bus AKAP yang melalui jalur ini.

Bus AKAP terpaksa harus menaikkan ongkos karena jarak tempuh semakin jauh.

Tidak hanya itu, kini warga Pagaralam mengeluhkan mahalnya harga sembako sejak ditutupnya Jembatan Endikat ini.

Pasalnya Jembatan Endikat ini merupakan jalur utama yang digunakan untuk mobilisasi, penutupan jembatan ini secara total membuat pendistribusian sembako terkendala, sehingga pasokan sembako pun menjadi langka dan ini memicu kenaikkan harga.

Kenaikkan harga sembako ini sangat dirasakan oleh masyarakat kalangan menengah kebawah.

Tidak hanya itu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) juga sangat merasakan dampak penutupan jalur tersebut.

Pantauan sripoku.com, Senin (9/7/2018) menyebutkan, adapun komoditi sembako mengalami kenaikan yaitu telur, minyak, gula, sagu, gandum dan beras.

"Telur sehari sebelum Jembatan Endikat ditutup sebesar Rp38 ribu per karpet saat ini harganya naik menjadi Rp45 ribu per karpet," ujar Heni salah satu ibu rumah tangga.

Selain itu harga minyak goreng curah dari Rp10.200 jadi Rp11.800, sagu dari Rp7.000 jadi Rp10.000 belum lagi kebutuhan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved