Wakil Menteri Besar Malaysia Sebut Ada Masalah yang Jauh Lebih Penting dari Pernikahan Anak

Salah seorang pejabat di Malaysia sempat menjadi pembicaraan lantaran dianggap tak terlalu khawatir dengan kasus pernikahan anak tersebut.

Wakil Menteri Besar Malaysia Sebut Ada Masalah yang Jauh Lebih Penting dari Pernikahan Anak
My NewsHub/World of Buzz
Wakil Menteri Besar Kelantan, Datuk Mohd Amar Nik Abdullah. 

SRIPOKU.COM, MALAYSIA -- Warga Malaysia sempat dihebohkan dengan kabar pernikahan yang terjadi antara seorang pria berusia 41 tahun dari Kelantan Malaysia, dengan seorang gadis berusia 11 tahun yang berasal dari Thailand.

Ketika berita ini tersebar, sebagian besar pihak berharap agar pemerintah akan mengakhiri praktek pernikahan anak-anak karena menganggap tidak etis memaksa seorang anak untuk menikah, terlebih yang masih dibawa umur.

Akan tetapi, salah seorang pejabat di Malaysia sempat menjadi pembicaraan lantaran dianggap tak terlalu khawatir dengan kasus pernikahan anak tersebut.

Sosok ini bahkan ingin agar masyarakat, terutama di Malaysia, lebih khawatir dengan masalah yang lebih besar seperti masalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

.
. (My NewsHub/World of Buzz)

===

Wakil menteri Besar (MB) Kelantan, Datuk Mohd Amar Nik Abdullah belum lama ini mengatakan kalau masyarakat harusnya lebih khawatir dengan isu atau masalah yang lebih besar seperti LGBT dan hubungan seks terlarang daripada membahas dampak dari pernikahan anak, seperti dilaporkan oleh The Malay Mail.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan :

"Saya merasa isu ini tak perlu ditanggapi berlebihan."

"Seperti yang saya selalu bilang, masalah zina, anak yang lahir diluar nikah, penyuka sesama jenis, adalah masalah yang jauh lebih besar di negeri."

"Masalah ini tidak salah dalam agama, dan tak perlu dijadikan sebagai masalah nasional."

Halaman
12
Penulis: Ahmad Sadam Husen
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved