Berita Muaraenim

Sempat 2 Kali Berusaha Bunuh Diri, Kini Tedi Ditemukan Tewas Tergantung

Diduga depresi, Tedi Sukmana (29) warga Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya

Sempat 2 Kali Berusaha Bunuh Diri, Kini Tedi Ditemukan Tewas Tergantung
KOLASE SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Diduga depresi, Tedi Sukmana (29) warga Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, ditemukan tewas gantung diri dirumahnya, Sabtu (7/7/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM-- Diduga depresi, Tedi Sukmana (29) warga Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Sabtu (7/7/2018).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, bahwa kejadian yang cukup menghebohkan warga Desa Sigam tersebut, berawal sekitar pukul 09.00 WIB.

Orangtuanya Tugiono (60) dan anaknya Yanti (27) mencari korban karena khawatir akan melakukan aksi bunuh diri.

Sebelumnya korban sudah dua kali melakukan aksi bunuh diri tetapi keburu ketahuan sehingga bisa digagalkan. Penyebabnya diduga korban depresi setelah ditinggal ibunya yang meninggal dunia, ditambah lagi ditinggal istrinya pergi entah kemana.

Pada hari naas tersebut, korban sempat tidak terlihat sehingga keluarganya melakukan pencarian, dan betapa kagetnya karena menemukan korban sudah tergantung di atas balok atap di dalam rumah dalam kondisi leher terikat tali dengan tubuh korban tergantung.

Baca:

Jangan Ketinggalan, Berikut Live Streaming Liga 1 Arema FC vs Persela Sore Ini, Live di Indosiar

Totalitas di Film, Luna Maya Akui Rela Dikubur Hidup-hidup Sampai Takut dan Degdegan!

Melihat kejadian tersebut pihak keluarga spontan berupaya memberikan pertolongan, namun ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner, pihaknya telah mendatangi dan melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti dan melakukan visum.

Dan pihak keluarga, tidak menuntut siapa pun atas meninggalnya korban, dan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Dari hasil Visum terhadap korban, keluar cairan dari alat kelamin (Sperma), lidah terkeluar dan tergigit, terdapat tanda jerat bekas tali dileher dan ada bekas kerokan di seluruh tubuh (tangan, kaki, dada, bahu).

Masih dikatakan Kapolres, dari keterangan kelurga korban, bahwa korban sebelumnya sempat dua kali melakukan upaya bunuh diri di Palembang dan di rumahnya di Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, namun gagal karena ketahuan oleh pihak keluarga.

Dan korban meninggal dunia akibat bunuh diri (gantung diri) dikarenakan korban depresi akibat ibu kandungnya telah meninggal dunia dan ditinggal pergi oleh istrinya.(*)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help