Berita Palembang

Rokok Pucuk Turut Mengasapi Dapur Pengrajin di Kelurahan 3 Ulu Palembang

Daun-daun nipah nantinya akan dijadikan rokok pucuk, rokok tradisional Palembang yang kemudian juga akan diekspor berbagai negara

Rokok Pucuk Turut Mengasapi Dapur Pengrajin di Kelurahan 3 Ulu Palembang
KOLASE SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Pengrajin tengah membersihkan daun nipah basah sebagai alas rokok pucuk khas Palembang, Sabtu (07/07/2018). Dan bentuk rokok pucuk sudah siap dipasarkan. 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Jajaran daun nipah setengah kering dijemur bersebelahan dengan pakaian milik warga.

Daun-daun nipah nantinya akan dijadikan rokok pucuk, rokok tradisional Palembang yang kemudian juga akan diekspor berbagai negara di Asia seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Pemandangan tersebut dapat dijumpai di kawasan Lorong Prajurit Nangyu, RT 4 Kelurahan 3 Ulu, Palembang.

Kebiasaan merokok menggunakan rokok pucuk bagi warga Palembang sudah tidak asing lagi. Berbeda dengan beberapa daerah di Pulau Jawa yang memanfaatkan kulit jagung sebagai pembungkus rokok, sementara untuk rokok pucuk di Kota Pempek ini masyarakat memakai daun nipah kering.

Pengrajin tengah membersihkan daun nipah basah sebagai alas rokok pucuk khas Palembang, Sabtu (07/07/2018).
Pengrajin tengah membersihkan daun nipah basah sebagai alas rokok pucuk khas Palembang, Sabtu (07/07/2018). (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Nurla (40) misalnya, mendapat tambahan penghasilan dari membersihkan daun nipah yang per ikat kecilnya dihargai sebesar Rp 15 rupiah oleh agen pengumpul. Dalam satu hari ia bisa mendapatkan uang hingga Rp 30.000.

Ia mengaku mendapatkan berkah dari keisengannya turut membersihkan daun nipah basah. Baginya setidaknya bisa membantu keuangan keluarga.

"Daun nipah yang masih basah dibeli dari pedagang dari Pulau Rimau. Seikat besar harganya Rp 4.000," ujarnya, Sabtu (07/07/2018).

Baca:

Diduga Cemburu, IRT di Muratara Tikam Alat Vital Suaminya

Ucapi Selamat Kepada Adiknya yang Menikah, Nassar Malah Diserbu Warganet Segera Menikah

Proses pengeringan daun nipah sebelum dijual ke agen pengepul.
Proses pengeringan daun nipah sebelum dijual ke agen pengepul. (SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI)

Daun-daun nipah tersebut lalu dikeringkan setelah dipisahkan dari batang lidinya dan terakhir dijemur di panas matahari. Saat kering barulah ia akan menjualnya kepada pengumpul.

Di tingkat pengepul daun nipah yang telah dikeringkan selanjutnya akan diasapi agar bisa bertahan dipakai hingga empat bulan.

Sementara itu, H. Kosim, agen pengumpul rokok pucuk mengatakan pasar penjualan produknya tidak hanya tingkat lokal saja. Pembeli pun berdatangan dari negera-negara tetangga.

"Untuk pembeli lokal dari daerah Lampung dan daerah lain di Indonesia. Pembeli dari Malaysia, Singapura dan negara lainnya," katanya.

Sudah bertahun-tahun profesi ini dilakoninya. Ia tak hanya mendapatkan keuntungan pribadi namun juga bisa membantu tetangga sekitar lingkungan rumahnya mendapatkan pundi-pundi rupiah.

"Lumayan bisa membantu tetangga di sini dengan menjadi pengrajin daun nipah untuk rokok pucuk," terangnya. (*)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help