Kisah Pemilik Pecel Lele Ekspress, Dari Sekolah Naik Becak Hingga Keliling Jualan Pempek

Pecel Lele Ekspress selalu ramai setiap harinya. Siapa sangka, ada kisah haru yang dimiliki oleh pemiliknya.

Kisah Pemilik Pecel Lele Ekspress, Dari Sekolah Naik Becak Hingga Keliling Jualan Pempek
sripoku.com/refly
Edi (kiri) bersama kakak perempuannya, Merri. 

Laporan wartawan sripoku.com, Refly Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Belumlah 100 persen tenda Pecel Lele Ekspress berdiri, masyarakat satu per satu sudah berdatangan.

Makin larut, puluhan kursi yang disediakan Junaedi Tan selaku pemilik pecel lele di Jl Residen Abdul Rozak 8 Ilir, Ilir Timur II Palembang ini semuanya sudah terisi. Dan, pemandangan tersebut selalu terlihat setiap hari.

Konsumen yang memenuhi Pecel Lele Ekspress.
Konsumen yang memenuhi Pecel Lele Ekspress. (sripoku.com/refly)

Sebelum mengelola pecel lele yang sekarang selalu ramai setiap malam, pria bersapaan Edi ini menjalani pekerjaan serabutan. Pernah diajak ikut teman untuk kerja keliling di dunia hiburan, pernah pula berjualan pempek secara keliling di salah satu mall.

"Yang buat pempek, kakak perempuan saya bernama Merri. Dulu sih masih boleh berjualan di mall tersebut, tapi beberapa saat kemudian dilarang. Dari saat saya kerja ikut teman keliling di bidang hiburan, sudah kepikiran mau buka usaha kuliner sendiri," kata Edi, Sabtu (7/7/2018).

Konsumen yang memenuhi Pecel Lele Ekspress.
Konsumen yang memenuhi Pecel Lele Ekspress. (sripoku.com/refly)

Tak menampik, Edi sudah merasakan perkembangan dari usaha pecel lele yang ia kelola bersama kakak perempuannya ini. Jika melihat masa lalu, Edi yang masih berstatuskan pelajar tergolong susah untuk mendapatkan pendidikan.

Sang ayah yang hanya peternak hanya bisa menafkahi Edi dan saudara-saudaranya dengan ala kadarnya saja.

"Saya bahkan kesulitan untuk berangkat ke sekolah karena tidak punya kendaraan sendiri. Malah, setiap harinya naik becak. Uang jajan juga pas-pasan," kata Edi.

Awal mula mendirikan Pecel Lele Ekspress, Edi mengatakan membutuhkan waktu lima tahun. Dirinya menabung uang yang pernah didapat dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

Ini ditambah dengan kondisi kakak perempuannya, Merri, yang masih sibuk mengasuh anaknya yang masih balita. Padahal, Merri yang akan menjadi koki untuk pecel lele yang nanti ia jual. Lalu, begitu anaknya sudah besar, Merri bersama Edi meresmikan pecel lele milik mereka berdua.

Ingin tahu kelengkapan cerita dari pria berkacamata ini? Baca selengkapnya di Sriwijaya Post edisi Minggu (8/7/2018).

Biofile
Nama lengkap: Junaidi Tan
Sapaan: Edi
TTL: Palembang, 29 Juli 1988
Ortu: Burhan (ayah) dan Rusni (ibu)
Saudara: enam dari delapan bersaudara

Penulis: Refli Permana
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved