Berusaha Lari dari Kejaran Polisi, Resedivis Jambret Palembang Nekat Nyebur ke Sungai

Robert ditangkap petugas usai melakukan aksi jambret di kawasan YWKA, Kertapati, Palembang.

Berusaha Lari dari Kejaran Polisi, Resedivis Jambret Palembang Nekat Nyebur ke Sungai
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolsek Kertapati, AKP Iputu Suryawan, didampingi Kanit Res Ipda Denny Irawan ketika gelar kasus tersangka resedivis jambret, Sabtu (7/7/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- "Ampun, Ampun, Ampun.”

Kalimat inilah yang keluar dari mulut Robert Sanjaya (19), warga Jalan Ki Marogan, Lorong Santai, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, saat dirinya di suruh aparat kepolisian untuk naik ke darat lantaran sebelumnya nekat menceburkan diri ke sungai usai melakukan aksi jambret, Jumat (7/7/2018), sekitar pukul 17.30 WIB.

Robert ditangkap petugas usai melakukan aksi jambret di kawasan YWKA, Kertapati, Palembang.

Karena takut dimassa warga, ia pun memohon ampun kepada petugas yang saat itu sudah mengepungnya.

"Benar pelaku ini kita tangkap, berawal saat Robert dan rekannya GS (Dpo) melakukan aksi jambretnya. Lalu karena takut dikejar massa mereka pun nyebur sungai," ungkap Kapolsek Kertapati, AKP I Putu Suryawan, didampingi Kanit Res, Ipda Denni Irwan.

===

Lanjut I Putu, setelah dibujuk untuk naik ke atas, salah satu pelaku Robert pun berhasil diamankan, namun satu pelaku yang identitasnya sudah dikantongi, yaitu GS, berhasil kabur

"Untuk pelaku GS identitasnyanya sudah kita kantongi dan akan kita kejar terus," tegas I Putu.

Selain mengamankan pelaku Robert, sambung Kapolsek Kertapati, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa tas korban, serta motor yang digunakan pelaku yakni Honda Supra warna hitam bernopol BG 2836 ABV.

"Atas ulahnya pelaku akan dijerat pasal 365 KHUP dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun," ungkap I Putu.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help