Berita Palembang

Pertamina Yakin Pertamax Tetap Diburu

Kenaikan ini disebabkan oleh ketidakstabilan harga minyak dunia dan merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Pertamina Yakin Pertamax Tetap Diburu
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Hermansyah Y. Nasroen. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex pada 1 Juli lalu, Pertamina mengklaim keempat produk tersebut akan tetap laku di pasaran.

Di wilayah Sumsel sendiri tercatat harga Pertamax Rp 9.700/liter lalu Pertamax Turbo Rp 10.900/liter sedangkan untuk Dex Series, Pertamina Dex Rp 10.750/liter dan Dexlite Rp 9.200/liter.

Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, konsumen bahan bakar yang naik tersebut bukan hanya dari kalangan menengah akan tetapi dengan tingkat kesadaran masyarakat menggunakan BBM berkualitas demi keamanan dan kenyamanan kendaraan.

"Meski naik BBM jenis ini memiliki pasarnya sendiri jadi akan tetap diburu konsumen karena nantinya berpengaruh pada biaya perawatan kendaraan yang lebih murah dan mudah," katanya, Selasa (03/07/2018).

Menanggapi keluhan masyarakat terkait harga naik tanpa sosialisasi, dia menerangkan hal tersebut sesuai aturan pemerintah karena badan usaha memang boleh menyesuaikan harga BBM untuk jenis Pertamax dan jenis bahan bakar umum lainnya.

Berbeda dengan Premium yang harganya ditetapkan oleh pemerintah.

" Aturannya memang kalau Pertamax itu boleh dinaikkan karena bukan jenis BBM penugasan sehingga harganya ditentukan oleh badan usaha setelah mendapat izin dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM," terangnya.

Hermansyah menambahkan kenaikan ini disebabkan oleh ketidakstabilan harga minyak dunia dan merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang menyebabkan biaya pembelian minyak dunia ikut melonjak.

"Dolar juga berkontribusi terhadap naiknya harga minyak dunia sehingga Pertamina juga ikut menaikkan harga jual untuk jenis BBM tertentu," tambahnya.

Dia melanjutkan BBM subsidi yang harganya diatur pemerintah harganya tidak ikut naik yakni solar dan premium. Harga pertalite pun tidak ikut naik meski juga jenis bbm non penugasan.

"Premium dan Pertalite harganya tetap stabil jadi masyarakat masih ada pilihan untuk menggunakan bahan bakar jenis ini." tutupnya. (mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved