Berita OKI

Sebelum Selesai Pembayaran Lahan Sawah tak Boleh Digarap, Pemilik Lahan Pasang Peringatan

Keluarganya hanya meminta pihak pemerintah agar melakukan pembayaran sesuai dengan ukuran tanah yang ada.

Sebelum Selesai Pembayaran Lahan Sawah tak Boleh Digarap, Pemilik Lahan Pasang Peringatan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, Jali dan Rusyadi memasang baleho peringatan kepada pihak perusahaan PT Waskita agar lahan sawahnya seluas 3.155,66 meter persegi.

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Belum adanya kesepakatan pembayaran lahan sawah milik Jali warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sehingga pemilik sawah melarang pihak perusahaan PT Waskita untuk melakukan pekerjaan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung), diatas tanah seluas 3.155,66 meter persegi.

Pantauan di lapangan, Senin (2/7/2018) tanah sawah yang setiap tahun dikelolah untuk bercocok tanam dengan menanam padi, kini pemilik lahan Jali terpaksa menghentikan penanaman padi, lantaran lahan sawahnya akan dibangun pekerjaan jalan tol yang dikerjakan oleh perusahaan PT Waskita.

Maka itu, lahan seluas kurang lebih 3.155, 66 meter persegi tersebut sekarang ini, tidak diusahakan untuk bercocok tanam.

"Untuk dua tahun ini lahan sawah tidak di tanam padi, karena masuk jalan tol," kata Rusyadi anak keluarga dari kakak Jali.

Masih kata Rusyadi, pihaknya tidak menuntut banyak terkait pembebasan lahan. Keluarganya hanya meminta pihak pemerintah agar melakukan pembayaran sesuai dengan ukuran tanah yang ada, bukan malahan ukuran tanah berkurang dari ukuran sebenarnya.

"Kami hanya menuntut hak kami, seharusnya pihak BPN yang melakukan pengukuran harus jelas dan transparan. Dua kali dilakukan pengukuran oleh pihak BPN OKI tidak tepat dan berubah-rubah jadi yang mana harus diikuti," tutur Rusyadi sehingga sebelum ada titik temu mengenai luas ukuran tanah sawah jangan sampai digarap.

Masih kata Rusyadi, dirinya terpaksa memasang baleho berukuran 1 x 1,5 meter sebanyak 2 titik dengan tulisan

"Tanah Belum Dibayar" untuk mengingatkan para pekerja jalan tol, jangan sampai tanah ini diganggu sebelum proses pembayaran selesai.

"Kemarin sore ada alat berat yang hendak bekerja di areal sawah yang belum dibayar. Sebelum terjadi hal yang tak diinginkan, sebab itu dipasang papan baleho peringatan," ungkap Rusyadi didampingi Jali seraya memasang tiang baleho.

Camat Kota Kayuagung, Dedi Irawan SSTP ketika dikonfirmasi terkait belum adanya penyelesaian lahan warganya yang terkena pembangunan jalan tol, dirinya berharap supaya cepat selesai.

"Sudah saya sampaikan kepihak tim pengukur. Tapi ini bukan wewenang saya sepenuhnya," singkat Dedy melalui telpon. 

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help