Berita Muba

Karyawan PT Gutrie Peconina Tewas Gantung Diri

Tarno bin Kasio (53) yang merupakan karyawan panen PT GPI yang ditemukan tewas tergantung di perumahan PT GPI.

Karyawan PT Gutrie Peconina Tewas Gantung Diri
TOTO SIHONO
Ilustrasi 

Lapoaran wartawan sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU—Masyarakat Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digemparkan dengan pennemuan jasad gantug diri seorang karyawan perumahan PT. Gutrie Peconina Indonesia (PT GPI), Senin (7/6/18).

Diketahui korban gantung diri bernama Tarno bin Kasio (53) yang merupakan karyawan panen PT GPI yang ditemukan tewas tergantung di perumahan PT GPI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tarno yang merupaka warga Dusun V Sido Kuhur, Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah ini ditemukan tidak bernyawa degan posisi leher terikat seutas tali, sekitar pukul 07.00 WIB. 

Korban diketahui pertama kali ditemukan oleh mandor panen yakni Nopriansyah (35), saat itu Nopriansyah hendak mengecek Tarno karena ia sudah 2 hari tidak masuk kerja. Atas inisiatif tersebut mandor mendatangi rumah Tarno yang mana korban tinggal sendirian. 

Setibanya di lokasi, Nopriansyah memanggil dan mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada jawaban dsri dalam rumah.

Nopriansyah memanggil anak korban Slamet Riadi (28), dan masuk kedalam rumah saat itulah didapati korban sudah tergantung di jendela kamar depan dengan menggunakan kain warna coklat.

“Awalnya saya ingin mengecek keadaan Tarno karena sudah berapa hari tidak masuk kerja, setelah saya datangi dan bertemu anaknya ternyata Tarno sudah meniggal dunia,”kata Nopriansyah. 

Sementara, Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, mengungkapkan pihaknya mendapatkan laporan dari karyawan PT GPI bahwa telah terjadi korban gantung diri.

Mendapatkan laporan tersebut pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Dari identifikasi sementara tim tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, jasad korban langsung di evakuasi ke RSUD Sekayu untuk dilakukan Visum er Repertum (VeR). Namun keluarga korban tidak mau dilakukan otopsi, kita menghormati keputusan pihak kelurga dan jasad korban langsung dibawa ke Lampung Tengah untuk di kebumikan,”ungkapnya.

Disinggung, penyebab tewasnya korban pihaknya belum bisa menyimpulkan terlalu jauh. Namun, dari hasil data dilapangan korban diduga bunuh diri. “Kita masih melakukan pendalaman atas penyebab kematian korban,”jelasnya. (cr13)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help