Bingung Soal Sistem Zonasi dan Rayonisasi PPDB SMP? Begini Penjelasan Kabid SMP Diknas Palembang

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Herman Wijaya menegaskan, antara sistem zonasi dan rayonisasi itu jelas berbeda.

Bingung Soal Sistem Zonasi dan Rayonisasi PPDB SMP? Begini Penjelasan Kabid SMP Diknas Palembang
SRIPO/YULIANI
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Kota Palembang, Drs Herman Wijaya MSi 

Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Usai pengumuman hasil seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP, kini siswa disibukkan dengan pendaftaran ulang yang dimulai hari ini, Senin (2/7/2018).

Kendati demikian, masih banyak orangtua yang mengeluhkan anaknya yang tidak lulus di sekolah tujuan karena sistem zonasi.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Herman Wijaya menegaskan, antara sistem zonasi dan rayonisasi itu jelas berbeda.

Menurutnya, saat ini atas instruksi pemerintah pusat di mana PPDB menerapkan sistem zonasi yang merujuk kepada domisili terdekat calon siswa dengan sekolah yang ditujunya.

Kemudian disusul dengan rekap nilai sesuai standar sekolahnya masing-masing. “Jadi untuk SMP di Palembang tidak ada tesnya,” tegasnya, Senin (2/7/2018).

Sementara untuk sistem rayonisasi, lanjut Herman, di mana sekolah asal mereka berada dalam satu sub rayon dengan sekolah yang mereka tuju sehingga belum tentu calon siswa yang ditujukan ke sekolah tersebut domisilinya terdekat dengan sekolah itu.

“Untuk sistem rayon juga merujuk kepada sistem zonasi. Sementara untuk jalur prestasi menyesuaikan kebutuhan sekolah tersebut baik melalui potensi akademik maupun non-akademiknya,” jelasnya.

Sementara itu, Waka Humas SMPN 43 Palembang, Nurlela mengatakan, untuk seleksi di sekolahnya pihaknya telah menerapkan penerimaan berdasarkan aturan dari disdik sesuai zonasi dan rekap nilai calon siswa.

Dimana kuota daya tampung calon siswa barunya berjumlah 201 orang untuk tujuh rombel. “Data terakhir calon siswa yang mendaftarkan diri ada lebih dari 600 an orang,” ungkapnya.

Untuk sekolah dasar (SD) yang rayon ke sekolahnya sendiri ada dari SDN 33, 34, 35, 36, 37 hingga Madrasah Ibditaiyah (MI). “Selain masuk rayon. Siswa di sana mayoritas juga masuk ke dalam zonasi kita,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap semoga dengan anak didik yang ada saat ini bisa mentaati peraturan yang ada dan dapat menjadi kebanggaan sekolah. “Daftar ulangnya sudah dimulai dari tanggal 2-3 Juli 2018. Dan kalau masih ada yang terlambat masih kita tunggu asal alasannya jelas,” ujarnya.

Baca: Andre Taulany Jual RX-King Kesayangannya, Bonusnya ini. . .

Baca: Terapkan Sistem Zonasi, Ratusan Calon Siswa Baru Padati SDN 157 Palembang

Baca: Gaji Pemain Sriwijaya FC Sengaja Ditunda, Manajemen Akui Kemungkinan akan Lepas Beberapa Pemain

Baca: Site Species Matching Kunci Keberhasilan Pengelolaan Lahan Secara Lestari

Baca: Ijazah SMP Dipakai Untuk Bungkus Jual Cabai, Netizen Salfok pada Nilai Matematikanya

Baca: Ijazah SMP Dipakai Untuk Bungkus Jual Cabai, Netizen Salfok pada Nilai Matematikanya

Baca: Olla Ramlan Ungkap Mengapa Masih Sibuk Bekerja Meski Sudah Menikah Dengan Pengusaha Kaya

Baca: Lokomotif Hilang Sampai Atlantis Jepang, Inilah 5 Misteri Bawah Laut yang Tak Bisa Dijelaskan

Baca: Begini Curhat Via Vallen Usai Idolanya Gagal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2018 Makjleb bin Lemes

Baca: VIDEO: Luhut dan Ratna Sarumpaet Adu Mulut di Depan Keluarga Korban KM Sinar Bangun, Ini Sebabnya

Penulis: Yuliani
Editor: Siti Olisa
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help