Berita Muaraenim

Wakapolda Sumsel Ancam Copot Jabatan Anggota Polisi yang tidak Netral pada Pilkada Serentak

Jika ada anggota Polisi yang berpihak dan tidak netral pada Pilkada ini, ia tidak akan segan-segan mencopotnya dari jabatannya.

Wakapolda Sumsel Ancam Copot Jabatan Anggota Polisi yang tidak Netral pada Pilkada Serentak
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM---Jika ada anggota Polisi yang berpihak dan tidak netral pada Pilkada ini, ia tidak akan segan-segan mencopotnya dari jabatannya.

"Jika ia perwira kita akan copot langsung, jika ia bintara akan diberikan sanksi," ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Bimo Anggoro Seno, mengecek kesiapan Pilkada serentak di wilayah Polres Muaraenim, di Muaraenim, Selasa (26/6/2018).

Menurut Bimo, hal tersebut sudah tegaskan berkali-kali oleh Kapolda Sumsel, bahwa jika ada perwira yang terbukti tidak netral atau berpihak pada Pilkada nanti, tentu akan ada sanksinya minimal dicopot dari jabatannya.

Selain itu juga, kata Brigjen Pol Bimo, ketika pelaksanaan pencoblosan di TPS, anggota Polisi dilarang mendokumentasikan, mencatat dan masuk ke dalam TPS, kecuali atas permintaan dari petugas TPS.

Hal tersebut dilarang, supaya tidak ada kesimpangsiuran data yang dibuat oleh Polisi dan oleh KPU, karena dikhawatirkan masyarakat akan lebih percaya yang dibuat oleh Polisi daripada oleh KPU.

Untuk itu, Polisi hanya ditugaskan menjaga dan mengamankan proses pencoblosan di TPS tersebut. Di Sumsel kita menyiapkan sekitar sembilan ribu petugas Polisi dan dibantu empat ribu TNI serta pihak terkait untuk mengamankan Pilkada serentak 2018. (ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help