Berita Palembang

Niat Ingin Bekerja di RSUD Sumsel Termodern, Evi dan Rekannya Ditipu Teman Sendiri Puluhan Juta

Niat ingin bekerja di Rumah Sakir Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel termodern dan tercanggih di Indoneia

Niat Ingin Bekerja di RSUD Sumsel Termodern, Evi dan Rekannya Ditipu Teman Sendiri Puluhan Juta
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Evi (23) ketika melapor ke Polresta Palembang lantaran telah menjadi korban penipuan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Niat ingin bekerja di Rumah Sakir Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel termodern dan tercanggih di Indoneia nampaknya harus tertunda, lantaran telah ditipu hingga puluhan juta rupiah oleh tidak lain dari teman sendiri. 

Aksi penipuan ini dialami seorang mahasiswa bernama Evi Eriyanti (23), warga Dusun I Tanjung Agung Kecamatan Lais Kabupaten Muba dan Tintus Arian Wibowo bersama rekan lainnya. 

Tak terima dengan apa yang dialaminya, Evi pun mewakilkan teman-temannya melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang, Senin (25/6/2018).

Kepada petugas piket mengaduan, Evi mengaku kejadian penipuan yang dialaminya terjadi pada, Senin (8/5/2018) sekira pukul 11.30 WIB di Jalan Letnan Murod Km 5 Palembang.

Dimana kejadian ini berawal terlapor WP (23), seorang mahasiswa warga Griya Asri Ratu Sianum Komp Teklom Blok I merupakan teman satu asrama dan tempat mereka kuliah.

Baca: Soal Adanya Dugaan Money Politic di Pagaralam, Ini Kata Panwaslu

Selanjutnya terlapor mengaku kepada korban bisa membantu untuk bekerja di RSUD Sumsel termodern dengan srayat memberikan sejumlah uang sebagai biaya asminitrasi.

Ternyata, setelah ditunggu-tunggu hingga kini korban juga belum dipanggil oleh pihak RSUD Sumsel untuk bekerja ditempat yang sudah disepati.

"Memang kejadian ini sudah lama pak, tapi hingga uang sudah diserahkan dan sampai sekarang saya dan teman sayapun belum bekerja, oleh ini kami laporkan," ungkapnya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian
Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Dengan adanya laporan ini, Evi berharap terlapor bisa diproses guna menanggung jawabkan ulahnya,

"Saya dan teman-teman minta dia diproses pak dan ditangkap," harapnya.

Baca: Benarkah Piala Dunia 2018 Jadi Kedok untuk Menutupi Keburukan Rusia?

Akibat kejadian ini korban pun mengalami kerugian sebesar Rp 85 juta.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan korban.

"Laporan sudha kita terima dan akan segera ditindaklanjuti," singkat Andi.

Baca: Kagumi Tari Khas Masyarakat Nias, Gubernur Alex Noerdin Ajak Sukseskan Asian Games di Palembang 

Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help