Sampai Sedih, Yusuf Mansur Beri Kabar Tak Menyenangkan, Hingga Minta Doa dari Warganet 'Al Faatihah'
Lama tak terdegar kabarnya, Belakangan Ustaz Yusuf Mansur memberikan kabar tak mengenakkan melalui laman Instagramnya.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Nama Ustaz Yusuf Mansur tentu tak asing lagi bagi publik tanah air.
Selain dikenal sebagai pendakwah, Yusuf Mansur juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses.
Baru-baru ini, aplikasi Paytren yang dirintisnya resmi mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI).
Sebelum sukses sebagai pendakwah dan juga pebisnis, pria 41 tahun ini menjalani hidup yang berliku.
Ia bahkan pernah merasakan dinginnya jeruji penjara.
Baca: Akhirnya Meledak, Bukan Cuma Dizholimi Ini Deretan Penderitaan Ratna Pandita dari Lucinta Luna

Mengutip Wikipedia, hal itu terjadi di tahun 1996 saat ia terjun di bisnis informatika.
Bisnisnya saat itu malah menyebabkan ia terlilit hutang dan membuatnya masuk rumah tahanan selama 2 bulan, dan hal serupa kembali terulang pada tahun 1998.
Saat di penjara itulah, ia menemukan hikmah tentang sedekah.
Selepas dari penjara, ia mencoba memulai usaha dari nol lagi dengan berjualan es di terminal Kali Deres.
Berkat kesabaran dan keikhlasan sedekah pula akhirnya bisnisnya mulai berkembang dari semula berjualan dengan termos, lalu gerobak sampai kemudian memiliki pegawai.
Baca: Biasa Tampil Mulus, Ternyata Begini Wajah Inul Daratista Tanpa Make Up, Netter Salfok Bagian Ini
Lama tak terdegar kabarnya, Belakangan Ustaz Yusuf Mansur memberikan kabar tak mengenakkan melalui laman Instagramnya.
Dalam postingannya pada Sabtu (23/ 06/18) ia mengunggah sebuah foto Gubernur Jakarta, Anies Baswedan saat sedang mencium Buya Saifuddin Amsir yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit OMNI Pulomas.
Siapa tak mengenal KH Saifuddin Amsir?
KH. Saifuddin bin Amsir Naiman al-Batawiy adalah salah seorang ulama Betawi terkemuka abad ke-21.
Diantara karyanya yang telah dicetak adalah Al-Qur'an, I'jazan wa Khawashan, wa Falsafatan, yang merupakan magnum opus/masterpiece atau karya besar Kiai Amsir yang telah diteliti oleh para sarjana dalam dan luar negeri.
" Teriring doa u/ Buya Amsir.
Dan terharu dg kecupan doa dari Pak Gub.