Ini Syarat-syarat untuk Mengajukan Pembiayaan Fintech

Fintech atau Tekfin (Teknologi Finansial) di Indonesia telah berkembang pesat dengan berbagai ragam produk yang ditawarkan seperti produk

Ini Syarat-syarat untuk Mengajukan Pembiayaan Fintech
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Financial technology (fintech) atau Tekfin (Teknologi Finansial) di Indonesia telah berkembang pesat dengan berbagai ragam produk yang ditawarkan seperti produk perbankan, asuransi, pembiayaan, dan investasi yang dipasarkan menggunakan teknologi.

Berita Lainnya:
Pelaku Fintech Diharapkan tidak Merugikan Masyarakat

Industri Tekfin diharapkan dapat terus berinovasi untuk meningkatkan akses produk keuangan bagi masyarakat atau sering disebut juga dengan inklusi keuangan.

Berdasarkan data dari World Bank Findex 2018, hingga tahun 2017 inklusi keuangan di Indonesia baru tercapai 49 persen dimana target pemerintah pada tahun 2019 harus mencapai 75 persen.

Di sektor produk pinjaman, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jumlah peminjam dana yang memanfaatkan jasa perusahaan tekfin terus bertambah. Hingga kuartal I 2018, jumlah peminjam di perusahaan tekfin berbasis P2P Lending mencapai 1,032 juta orang dengan nilai pinjaman tercatat mencapai Rp 4,7 triliun.

Sifat tekfin yang fleksibel, market driven dan transparan diharapkan mampu meningkatkan kemudahaan akses ke lembaga Institusi keuangan bagi masyarakat. Dukungan pemerintah juga sudah menunjukan kearah yang positif dengan terbitnya berbagai aturan dan juga peningkatan infrastruktur untuk mendukung operational perusahaan tekfin.

Tak terbantahkan, kesiapan regulasi dan infrastruktur ini juga akan berdampak pada kelancaran pengajuan pembiayaan melalui perusahaan Tekfin. Kemudahan dan keamanan tentu menjadi idaman masyarakat yang membutuhkan pinjaman cepat.

Dari sisi perusahaan pembiayaan, persetujuan pembiayaan memerlukan data dan profil calon nasabah yang lebih baik agar tepat sasaran.

Berikut ini kelengkapan dokumen dan informasi untuk mengajukan pembiayaan:
1. Dokumen Pribadi (DP) dan Dokumen Aset (DA)
- (DP) Dokumen identitas pribadi seperti fotocopy KTP, KK atau Akta Nikah.
- (DP) Dokumen domisili seperti PBB atau Sertifikat Rumah, Surat Sewa (apabila kontrak rumah).
- (DP) Dokumen pekerjaan / penghasilan seperti slip gaji, laporan Keuangan atau Salinan tabungan.
- (DA) Dokumen kepemilikan jaminan seperti BPKB (jaminan kendaraan), SHM (jaminan rumah) dan SIUP/SKU (jaminan Usaha).

2. Informasi Tambahan
-  Usia calon nasabah antara 21 – 65 tahun atau sudah menikah dan memiliki penghasilan
- Pernyataan persetujuan pasangan (suami / istri) bagi yang sudah menikah
- Pernyataan persetujuan orang tua (sebagai penjamin) bagi yang belum menikah dan asset (jaminan) masih atas nama orang tua.
- Menentukan tujuan pembiayaan seperti pengembangan usaha atau memenuhi kebutuhan konsumtif (renovasi rumah, liburan, biaya sekolah, dan lain sebagainya).

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved