Berita Palembang

Mengenang Lahirnya Sriwijaya, Berikut Penjelasan Ahli Sejarah

Mengenang Lahirnya Sriwijaya, Berikut Penjelasan Ahli Sejarah prasasti Kedukan Bukit merupakan peringatan lahirnya kerajaan Sriwijaya

Mengenang Lahirnya Sriwijaya, Berikut Penjelasan Ahli Sejarah
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kemudi kapal milik Kerajaan Sriwijaya yang berbahan kayu dengan ukuran panjang 8,20 meter yang menjadi koleksi di Museum TPKS Karang Anyar Palembang, Rabu (16/8/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Moment lebaran tahun ini kebetulan bertepatan dengan peristiwa bersejarah di bumi Sriwijaya, terutama kota Palembang. Tepat pada hari ini, Sabtu (16/6/2018)
berdasarkan prasasti Kedukan Bukit merupakan peringatan lahirnya kerajaan Sriwijaya tepatnya pada 16 Juni 682.

Maka itulah Disbudpar Sumsel mengajak budayawan, sejarahwan, pemuka agama dan para pemuda untuk menggelar doa bersama di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6/2018).

Salah satu Sejarahwan Sumsel, Kemas Ari Panji SPd MSi mengatakan, penetapan ini lalu dijadikan hari lahir kota Palembang yang tepat jatuh di setiap tanggal 16 Juni. Maka itulah ditetapkan menjadi hari lahir Palembang yang saat ini berusia 1335 tahun.

Sayangnya saat perumusan di era walikota R.A. Arifai Tjek Yan, digeserlah tanggal 16 ini menjadi tanggal 17 Juni 683 untuk mengambil moment HUT Palembang. Sayangnya sesuai dengan fakta sejarah, seharusnya tanggal 16 Juni. "Atas perumusan itulah yang menjadikan Palembang kota tertua di Indonesia yang mana saat ini berusia 1335 tahun," ujarnya.

Menurutnya, dahulu orang tahunya Palembang itu ibukota Sriwijaya. Meliputi berbagai wilayah termasuk sungai BAtanghari 9. "Termasuk pulau Bngka, Jambi, Bengkulu dan Lampung (Sumbagsel)," ungkap dosen Fakultas Adab UIN Raden Fatah ini.

Ia berharapa, ke depan pemerintah kota dan provinsi menjadikan 16 Juni ini sebagai peringatan spesil dengan menggelar event pariwisata dan budaya. "Jangan melupakan sejarah, karena kita ketahui bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Asia," jelasnya.

Sementara itu, Kadisbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, memang beberapa tahun ini teman-teman seniman dan sejarahwan sudah mengingatkan pemerintah untuk tanggal hari jadi jangan dipindahkan. "Walaupun bertepatan dengan momentnya hari besar, namun kita gelar dengan sederhana namun berkesan," ungkapnya.

Pihaknya ingin agar generasi saat ini bisa memahami sejarah terutama lahirnya Sriwijaya. Maka itu melalui The Glory of Sriwijaya ia ingin agar Sriwijaya bisa selalu diingat. (Yuliani)

Penulis: Yuliani
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help