Berita Palembang

Sopir DKK Kota Palembang Keluhkan Biaya Servis dan Ganti Oli Mobil

Sopir mobil DKK Kota Palembang sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan pengeluaran biaya servis mobil dan ganti oli.

Sopir DKK Kota Palembang Keluhkan Biaya Servis dan Ganti Oli Mobil
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Truk sampah memungut dari bak-bak sampah di jalan-jalan protokol Palembang.

Laporan wartawan sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Palembang sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan pengeluaran biaya servis mobil dan ganti oli kendaraan pakai uang pribadi.

Mereka mengklaim memakai dana pribadi, padahal untuk melakukan servis tersebut telah ada anggaran yang disediakan oleh pihak berwenang.

"Ya untuk biaya servis pakai dana kami sendiri, belum ada anggaran dari kantor," ujar salah seorang sopir DKK Palembang yang enggan disebutkan namanya.

Senada Ar, salah seorang sopir DKK lainnya mengaku kondisi tersebut sudah mereka alami sejak beberapa hari terakhir.

Pihaknya pun menanyakan kemanakah dana yang harus digunakan itu sehingga mereka harus memakai uang pribadi.

"Kalau tidak percaya silahkan turun langsung ke lapangan semua petugas mengeluh. Apalagi THR yang diberikan jauh dari kata cukup," jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebesihan Palembang, Faisal AR membantah adanya hal tersebut.

Menurutnya, untuk biaya servis mobil dan keperluan lainnya sudah ada pemeliharaannya dengan bekerjasama langsung bersama dealer mobil resmi.

"Tidak ada itu, kalau mau servis itu memang ada waktu yang ditentukan, jadi tak bisa sembarangan. Kalau ada mobil yang mau diservis kami tahu, pasti kabidnya melapor," jelasnya.

Diakuinya, adanya petugas yang mengganti oli dan servis mobil sendiri mungkin saja terjadi lantaran petugas tersebut hendak buru-buru agar mobilnya diservis.

Namun tetap saja hal itu tak diperbolehkan lantaran pihaknya harus menertibkan setiap kendaraan hendak diservis. Jika sembarangan mengeluarkan dana, bisa-bisa pihaknya bakal diaudit BPK.

"Mungkin mereka mau cepat duluan, tetapi tetap saja tidak bisa klaim. Karena sudah ada posnua masing-masing. Kalau kita sembarangan bisa-bisa nanti diaudit BPK," tegas Faisal. (Oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help