Ketupat & Opor Ayam Jadi Sajian Wajib saat Lebaran, Ternyata Ini Alasannya!

Idul Fitri 1 Syawal 1439 H tinggal hitungan menit.Tentu sajian khas Lebaran sudah dipersiapkan

Editor: pairat
ketupat 

SRIPOKU.COM-- Idul Fitri 1 Syawal 1439 H tinggal hitungan menit. Tentu sajian khas Lebaran sudah dipersiapkan.

Mulai dari kue kering, minuman kemasan yang lebih praktis, hingga makanan yang wajib ada yakni, opor dan ketupat.

Opor ayam dan ketupat merupakan dua jenis sajian yang hampir ada di setiap rumah yang merayakan Idul Fitri.

Jadi, saat bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah lain, pasti ada suguhan opor ayam dan ketupat.

Namun, pernahkah traveler bertanya kenapa opor ayam dan ketupat menjadi sajian wajib saat Lebaran?

ketupat
ketupat (redwiretimes.com)

Dikutip TribunTravel.com dari beberapa sumber, ternyata ada sejarah di balik tradisi penyajian ketupat dan opor ayam ini.

Sajian ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah.

Sunan Kalijaga sendiri menggunakan budaya dan tradisi lokal untuk mengenalkan agama Islam agar mudah diterima, termasuk lewat kuliner lokal.

Lidah orang Jawa Tengah menyebut ketupat dengan sebutan 'kupat'.

Kupat ini adalah kependekan dari 'ngaku lepat' atau mengaku salah.

Selain kepanjangan namanya, anyaman dan bentuk ketupat beberapa makna filosofis juga.

Bentuk ketupat adalah belah ketupat dengan empat sisi dan bermakna Kiblat Papat Lima Pancer dalam bahasa Jawa.

Kiblat Papat Lima Pancer ini berarti Lima Arah Mata Angin Satu Pusat.

Maksudnya adalah, semua arah yang mencakup Timur, Barat, Utara, dan Selatan memiliki satu pusat, yakni Kakbah.

Sehingga, makna lebih dalam berarti ke mana pun manusia melangkah ke berbagai penjuru mata angin, ia akan tetap kembali ke pusatnya, yakni Allah SWT.

Sementara itu, anyaman ketupat yang cukup rumit mencerminkan rumitnya perilaku dan dosa manusia.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved