Integritas KPU dan Bawaslu

Integritas Komisioner Penyelenggara Sukses Tidaknya Pemilu

Pemilihan umum merupakan peristiwa politik yang sangat penting dan trategis di negara demokrasi. Sebab, jadi penentu proses pergantian pejabat

Integritas Komisioner Penyelenggara Sukses Tidaknya Pemilu
SRIPOKU.COM/DERYARDLI
Joko Siswanto 

Integritas Komisioner Penyelenggara Sukses Tidaknya Pemilu

Oleh: Joko Siswanto

Dosen FISIP UNSRI/Rektor Unitas Plg/Mantan Anggota KPU Sumsel

Pemilihan umum (Pileg, Pilpres, Pilkada) merupakan peristiwa politik yang sangat penting dan trategis di negara demokrasi.

Sebab, peristiwa tersebut menjadi sarana penentu proses pergantian pejabat publik secara konstitusional.

Oleh karena itu, pemilu harus diselenggarakan dengan mengikuti dan menaati asas-asas pemilu sebagaimana yang telah diatur dalam UU pemilu yakni: mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan efektifitas.

Pihak yang paling berperan dan bertanggung jawab dalam proses pemilu adalah badan penyelengaara yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu).

KPU dan Banwaslu adalah lembaga mandiri dan netral yang bebas dari pengaruh pihak mana pun berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan wewenangnya sebagaimana diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Agar KPU dan Banwaslu benar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan berpedoman pada asas-asas pemilu, maka komisioner KPU dan Banwaslu harus dipilih pribadi-pribadi yang memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam pasal 11 dan 85 UU penyelenggara Pemilu.

Salah satu persyaratan yang harus dimiliki komisioner KPU dan Banwaslu adalah mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved