Berita OKU Timur

Arus Mudik di Jalinteng OKU Timur Didominasi Kendaraan dari Pulau Jawa

"Kami konvoi dari Pulau Jawa dan rencananya pulang nanti kami akan kembali konvoi," ungkap Yamtik (22)

Arus Mudik di Jalinteng OKU Timur Didominasi Kendaraan dari Pulau Jawa
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Arus mudik di ruas Jalinteng di OKU Timur, Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Puncak arus mudik di Ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng) Kabupaten OKU Timur diperkirakan jatuh pada H-2 atau hari ini, Rabu (13/6/2018).

Sejumlah kendaraan mulai memadati ruas Jalinteng sejak malam hari baik yang berasal dari Pulau Jawa maupun sebaliknya.

Kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan pribadi dan roda dua yang melintas dengan cara bersama-sama (konvoi) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan meminimalisir kerusakan kendaraan selama melakukan perjalanan.

"Kami dari Serang mau menuju ke Muaraenim untuk pulang bersama. Kami konvoi dari Pulau Jawa dan rencananya pulang nanti kami akan kembali konvoi," ungkap Yamtik (22) warga Muaraenim ketika diwawancarai di pemberhentian Martapura.

Baca: Pemudik di Jalinsum Lubuklinggau Manfaatkan Rumah Makan dan SPBU untuk Istirahat

Sementara untuk kendaraan roda empat, hingga H-2 masih didominasi oleh kendaraan yang berasal dari Pulau Jawa menuju sejumlah wilayah di Sumatera.

Sedangkan untuk kendaraan yang menuju Pulau Jawa hanya terlihat sesekali melintas baik jenis bus maupun kendaraan pribadi.

"Kalau dari arah Sumatera ke Jawa memang tidak terlalu banyak. Yang padat dari Jawa ke Sumatera. Kendaraan sangat padat."

"Apalagi libur tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya," ungkap Dirman (36), warga Jakarta yang akan melakukan perjalanan mudik menuju Lubuklinggau.

Baca: Ini Besaran Jumlah Zakat Fitrah Berbentuk Beras dan Uang untuk Kota Palembang

Baca: Murid Perguruan Pencak Silat di OKU Timur Meninggal Saat Latihan, Diduga Karena Ini 

 

Penulis: Evan Hendra
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help