Berita Palembang

Masuk Musim Kemarau, Pemudik Diimbau Waspadai 6 Titik Rawan Longsor di Sumsel Ini!

Meski berdasarkan data Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Kenten memperkirakan kondisi Iklim Sumsel pada Jelang

Masuk Musim Kemarau, Pemudik Diimbau Waspadai 6 Titik Rawan Longsor di Sumsel Ini!
TRIBUN SUMSEL
Seorang sedang melintas di Jembatan Ampera menggunakan payung untuk melindungi dari panas matahari. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Kenten memperkirakan kondisi Iklim Sumsel pada Jelang dan sesudah Lebaran nanti sebagian Provinsi Sumsel diprakiraan masuk Musim Kemarau, namun calon pemudik tetap diimbau waspada pada titik-titik rawan longsor.

Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan membeberkan, sedikitnya ada enam lokasi titik rawan longsor, yakni, Desa Banuayu (Kabupaten OKU), Simpang Martapura-Muara Dua, Simpang Campang - Ujan Mas, Ujan Mas - Batas Bengkulu, Muaradua - Kota Batu, Desa Beruge - Sekayu (Kabupaten MUBA).

"Ya untuk arus mudik dan balik lebaran tahun ini kita sudah petakan titik-titik rawan longsor, kemacetan, dan lain sebagainya. Sehingga pemudik bisa lebih waspada, posko pengamanan dan pelayanan sudah kami siapkan sebanyak 88 Posko. Peta mudik pun juga kami bagikan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus, Selasa (12/6/2018).

Pada arus mudik dan balik ini, Nelson mengatakan, gelombang arus mudik sudah terjadi sejak akhir pekan lalu, mereka mudik lebih cepat dengan harapan menghindari penumpukan kendaraan. Jalur Lintas Timur pun diprediksi masih menjadi lokasi padatnya arus lalu lintas.

Istimewa
Istimewa (ISTIMEWA)

Baca:

2 Kali Menikah Tak Hamil, Menikah Ketiga Kali Langsung Hamil, Usia Sudah 78 Tahun Mukjizat

Grand Zuri Lahat Beri Promo Mudik Lebaran 2018, Ini yang Ditawarkan! 

"Puncak arus balik kami perkirakan 22-24 Juni, yakni tepatnya saat akhir pekan. Dan selama arus mudik dan bali kami juga melarang kendaraan angkutan barang melintas," ujar Nelson.

Pihaknya pun, telah melakukan koordinasi terpadu terhadap petugas yang terkait terutama dalam hal keamanan, kenyamanan, kelancaran dan keselamatan selama dalam perjalanan.

"jauh sebelum mudik lebaran, Dishub sudah melakukan Ramcek 223 Kendaraan yang mayoritas jenis AKDP. Kami juga himbau agar pemudik juga mengecek kondisi kendaraan mereka sebelum berpergian," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin juga mengingatkan perlu diperhatikan bahwa kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan titik rawan longsor juga akan mempengaruhi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan lalu lintas yang dapat menjadi salah satu faktor penghambat dan penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Sebagai antisipasi terhadap kemacetan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas angkutan jalan, jajaran perhubungan Sumsel juga telah mempersiapkan mobil derek yang ditempatkan pada jalur angkutan Lebaran, seperti di OI dan Banyuasin," ungkapnya.

Dirinya pun telah mengintruksikan kepada para petugas di lapangan untuk memberikan pengawasan yang sungguh-sungguh terhadap keselamatan transportasi serta mengantisipasi agar tidak terjadi masalah seperti percaloan tiket kenaikan tarif melebih ketentuan, telantarnya penumpang serta melakukan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran guna menjamin kelancaran keamanan, serta kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Sementara itu, terkait kesiapan arus mudik dan balik Lebaran, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah menyiagakan personel kepolisian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik.

"kita juga dibackup oleh TNI bersama di 80 Pospam dan pos layanan terutama di Jalur lintas timur dan tengah, dari Lampung, Bengkulu sampai Jambi sudah diamankan. Kalau di Sumsel peningkatannya tak begitu terasa tak seperti di Jawa, karena kita di Sumsel sebagai jalur lintas. Meski demikian dari data Dishub peningkatan trafik tetap ada, terutama di udara, darat hanya naik 1%," tutupnya.(*)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help