Kenapa Harga Ayam Kampung di Swalayan, Lebih Murah Ketimbang di Pasar? Ini Jawabannya

Ayam yang harganya lebih murah di pasar swalayan, bukanlah asli ayam kampung melainkan ayam

Kenapa Harga Ayam Kampung di Swalayan, Lebih Murah Ketimbang di Pasar? Ini Jawabannya
kolase Sripoku.com
Kenapa Ayam Kampung di Swalayan, harganya Lebih Murah Ketimbang di Pasar? Ini Jawabannya 

SRIPOKU.COM - Dalam menyambut Idul Fitri yang akan segera datang dalam hitungan jari, tentu para ibu di rumah telah menyiapkan dana sendiri untuk membeli berbagai keperluan dapur.

Salah satunya yang jadi serbuan para ibu rumah tangga ialah ayam kampung, yang bisa dimasak dengan berbagai macam olahan masakan.

Menurut Wikipedia, Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut.

Baca: Tega Usir Ibunya Bermata Picek, Pas Ibu Meninggal Pria Ini Menangis Tahu Rahasia Hidupnya, Mata Itu

Jika berbiaca mengenai Ayam Kampung, berbagai harga juga ditawarkan agar dapat memilikinya.

Melihat permasalahan tersebut, pernahkah kalian merasa jika ayam kampung yang dijual di pasar swalayan itu bisa murah harganya 36-40 ribuan?

Sedangkan kalau di pasar harga yang dipatok lebih mahal, bahkan hampir dua kali lipat.

Ada yang bisa menjawab?

Dilansir dari Chirpstory, inilah jawabannya:

Jadi ayam yang harganya lebih murah di pasar swalayan, bukanlah asli ayam kampung yang harganya 2x lipat di pasar.

Ayam yang sering kita lihat di pasar swalayan, merupakan ayam lingnan.

Jadi ayam lingnan ini adalah bibit ayam dari luar negeri, yang mengalami proses pemuliaan, kemudian diternakkan di Indonesia, kemudian dipasarkan/dilabeli sebagai ayam kampung.

Dari Kementan yang sudah melakukan pengecekan dengan tegas menyatakan ayam ini bukan ayam kampung

Ayam Lingnan yang dibudidayakan kembali merupakan kerjasama antara BLPP Ciawi dengan Belanda pada tahun 2000.

Ayam berpostur bulat dan pendek ini merupakan persilangan dari semua ayam berbulu merah dengan ras ayam Lingnan.

Ayam Lingnan ini sudah mempunyai sepuluh generasi.

Baca: Mangkir di Sidang Perdana, Sule Beri Nasihat Menyentuh untuk Anak Bungsunya: Sabar ya Nak

Tidak ada bukti secara genetik bahwa ayam lingnan adalah ayam kampung.

Hal ini juga diprotes oleh Himpuli, Himpunan Pengusaha Ayam Lokal Indonesia yang merupakan para peternak ayam kampung, karena sangat merugikan mereka.

Dilain sisi peredaran ayam Ling Nan sempat hilang, dan pada tahun 2000, ayam ini berhasil dikembangkan oleh Lingnan farm di Ciawi, Bogor, Jawa Barat yang kemudian mendirikan PT Barstow Indosukses sebagai pemegang paten merek dagang Ayam Kamping Lingnan.

Bahkan Pihak peternak ayam lingnan yg sudah mempunyai kontrak dengan berbagai pasar swalayan berjanji tidak lagi melabeli ayam produksinya sebgai ayam kampung.

Namun kenyataan di lapangan memang masih banyak, yang melebeli ayam lingnan sebagai ayam kampung.

(Sripoku.com/Rizkapratiwiut)

Penulis: Rizka Pratiwi Utami
Editor: Rizka Pratiwi Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help