Ramadan 2018

Tausyiah di Masjid Agung Palembang, 4 Hal Dianjurkan Ustad Abdul Somad di 10 Hari Terakhir Ramadan

Ustad Abdul Somad menyambangi Masjid Agung Palembang Sabtu (9/6/2018) Subuh. Ia memberikan tausyiah dalam kegiatan Carawis Subuh Spesial

Tausyiah di Masjid Agung Palembang, 4 Hal Dianjurkan Ustad Abdul Somad di 10 Hari Terakhir Ramadan
SRIPOKU.COM/RESHA
Ustad Abdul Somad saat memberikan ceramah tausyiah dalam kegiatan Carawis Subuh Spesial di Masjid Agung Palembang, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Ustad Abdul Somad menyambangi Masjid Agung Palembang Sabtu (9/6/2018) Subuh. Ia memberikan tausyiah dalam kegiatan Carawis Subuh Spesial yang dilangsungkan dari pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.

Dalam tausyiahnya, Ustadz yang terkenal lugas dan cerdas wawasan agamanya ini mengatakan, 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan ini merupakan waktu untuk beribadah secara intensif. Ia mencontohkan perilaku Rasulullah SAW pada saat menghadapi 10 hari terakhir di bulan suci tersebut.

“Dimana pada 10 hari awal bulan Ramadan dan 10 hari pertengahan, Beliau di malam usai beribadah tidur memejamkan mata. Namun ketika 10 hari terakhir datang, Muhammad SAW tak lagi memejamkan matanya. Semalam suntuk Beliau bangkit berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut ustadz kelahiran Sumatera Utara ini mengatakan akan lebih baik jika 10 hari terakhir ini diisi dengan empat ibadah. Yaitu I’tikaf, bertakbir setelah melihat hilal, mencukupi bilangan berpuasa dan yang terakhir membayar zakat.

I’tikaf, merupakan duduk berdiam diri di tempat ibadah seperti masjid, langgar hingga surau dan musala. Bisa saja perbanyak Shalat Sunnah. Jikalau tak sanggup, lebih baik membaca Al-Quran dan terakhir jika masih tak sanggup maka lebih baik berdzikir.

Ustadz Abdul Somad mencontohkan cerita unik bagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan i’tikaf di Masjid saat beliau masih hidup. Tiba-tiba, Beliau ingin mengganti kainnya untuk dipakai, dimintanyalah Aisyah untuk menghantarkan kain tersebut ke dalam masjid.

Baca:

Tol Palindra Siap Layani Pemudik, Lintasi Jalur Fungsional Palindra Gratis!

Terungkap! Seperti Ini Sifat ‘Keras’ Hilda Vitria, Billy Syahputra Meradang: Apa-Apa Gue Dimarahin!

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad ()

“Namun pada saat itu Aisyah sedang dalam keadaan (maaf) haid, sehingga tak bisa masuk ke dalam Masjid. Akhirnya diulurkanlah tangan Aisyah ke dalam masjid melalui jendela, sedangkan Nabi Muhammad SAW menjulurkan kepalanya ke dekat jendela karena tak ingin melepaskan kakinya dari masijd,” ungkapnya.

Setelah itu, ibadah selanjutnya ialah bertakbir setelah melihat anak bulan (hilal) telah muncul. Ia mengaku kecewa ketika masih ada beberapa masjid yang memutar piringan cakram atau kaset untuk menggemakan takbir Hari Raya Idul Fitri tersebut.

“Berbeda maknanya, karena manusia dan kaset berbeda. Jika manusia bertakbir harus berniat terlebih dahulu. Kalau kaset tidak,” tegasnya.

Ibadah ketiga yaitu mencukupkan bilangan berpuasa. Jika telah melihat anak hilal yang telah diputuskan melalui sidang Isbat Kementerian Agama, maka kita harus menghitung apakah kita telah berpuasa 29/30 hari. Tidak boleh lebih 30 hari, atau kurang 29 hari.

Dan yang terakhir, yaitu membayar Zakat. Mulai dari Zakat Fitrah, Zakat Mal dan lain-lain. Ia mengaku sejak berada di Maroko hingga sekarang, selalu memberi zakat fitrah dengan takaran 3 kilogram.

“Memang di Kementerian Agama telah menetapkan zakat fitrah seberat 2,5 kg untuk beras. Namun saya melihat beberapa wilayah ada yang menetapkan 2,7 kg, ada juga yang 2,8 kg. Maka dari itu saya ambil bilangan terbanyak, yaitu 3 kg,” ungkapnya.

Ia mengaku hal tersebut tak jadi persoalan. Jika lebih, maka lebihnya itu dianggap sedekah. Namun tidak boleh kurang takarannya.

“Pada akhirnya, kita tinggal beberapa hari lagi menjalani Bulan Suci ini. Semoga kita selalu mendapat Ridho dari Allah SWT, dengan terus memperkuat ibadah kepadaNya sehingga di bulan lain kita terbiasa. Aminn,” tutupnya. (*)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help