Dekati Idul Fitri , Satgas Pangan di Sumsel Diminta Perangi Mafia Pangan

“Dari sisi perdagangan dan pasokan, sebenarnya Sumsel sangat baik, itu terlihat pada potensi dari dalam maupun potensi yang ada di luar Sumsel...

Dekati Idul Fitri , Satgas Pangan di Sumsel Diminta Perangi Mafia Pangan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro bersama Ketua Umum KAHMI Sumsel, H Joncik Muhammad dan Anggota DPD RI H Hendri Zainuddin memberikan santunan kepada anak yatim, saat menggelar buka bersama di Hotel Swarnadwipa, Kamis (7/6/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro SE MSi meminta agar Satuan Tugas (satgas) Pangan Sumsel agar bisa menguatkan sinergitas untuk menjaga kondisi harga dan stok sembako, terlebih mendekati hari-hari besar.

“Kepada semua Satgas Pangan di Sumsel untuk bersama-sama memerangi kartel – kartel atau mafia pangan. Kita berharap, ke depan antara supply dan demand terjadi persamaan. Sehingga dalam rangka menghadapi lebaran, natal dan tahun baru, gejolak ini tidak akan terjadi lagi. Makanya, Satgas Pangan, Bulog dan stakeholder yang terkait (Dinas Perdagangan Provinsi dan Kabupaten/kota) terus bersinergi,” ungkap Anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro, di sela-sela acara buka bersama anak-anak yatim, di Hotel Swarnadwipa, Kamis (7/6/2018).

Pada acara buka bersama anak-anak panti asuhan yang digelar Fauzih H Amro tersebut, hadir juga Anggota DPD RI Hendri Zainuddin, dan menghadirkan Prof Drs H M Sirozi Ph.D, yang memberikan ceramah Ramadan.

Menurut Fauzih H Amro MSi yang merupakan Ketua Korwil Sumsel-Babel Partai Hanura, ia bersama anggota Komisi IV DPR RI yang lain mereka sudah melakukan kunjungan spesifik ke Pasar Lemabang, Palembang, untuk melihat inflasi atau lonjakan harga.

“Ternyata kita melihat kebutuhan beras, daging ayam, daging sapi dan lainnya tidak ada gejolak yang luar biasa. Kemudian, ada juga terjadi penurunan harga pada H-20 Idul Fitri, seperti telur ayam, beras dan beberapa barang lainnya,” jelasnya.

Baca: Jumat Terakhir Bulan Ramadhan Bertepatan dengan Malam Ganjil, Lakukan Ini Agar Dapat Lailatul Qadar

Baca: Ditipu Kenalan Facebook, Uang Alviansyah Rp 82 Juta Raib. Begini Modusnya!

Fauzih menyebut, sebenarnya stok beras di Sumsel itu surplus, atau mencapai 3,4 juta ton. Apalagi, Komisi IV DP RI juga melakukan kunjungan ke gudang Bulog dan ada beras impor nasional sebantak 500 ton yang masih tersimpan baik dan tidak digunakan hingga dua bulan ini.

“Dari sisi perdagangan dan pasokan, sebenarnya Sumsel sangat baik, itu terlihat pada potensi dari dalam maupun potensi yang ada di luar Sumsel. Potensi Sumsel itu kan beras dan ikan, beras itu wajib konsumsi masyarakat Sumsel, sedangkan ikan itu untuk bahan pembuat pempek, yang tiap hari itu dibutuhkan 6,5 juta ton,” terangnya.

Fauzih mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan budidaya perikanan.

“Dari hal-hal yang kecil saja. Oleh sebab itu, kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, Palembang dan seluruh Pemerintah Kabulaten/kota, untuk sama-sama mendukung terciptanya sumber daya alam khususnya perikanan dan pertanian,” pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help