Berita OKU Selatan

Truk Muatan Sembako Terperosok Masuk Jurang Daerah Jagaraga OKU Selatan, 'Lokasi Rawan'

Diduga mati mesin dan hilang kendali saat hendak menanjak ditebingan Jalan Jagaraga Kabupaten OKU Selatan

Truk Muatan Sembako Terperosok Masuk Jurang Daerah Jagaraga OKU Selatan, 'Lokasi Rawan'
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Truck berwarna kuning dengan Nopol BE 9944 GJ bermuatan sembako terguling jatuh ke jurang di Jalan Jagaraga, Kamis (7/6/2018) dengan muatan berserakan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Nopriansyah 

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Diduga mati mesin dan hilang kendali saat hendak menanjak ditebingan Jalan Jagaraga Kabupaten OKU Selatan, truk berwarna kuning dengan nopol BE 9944 GJ yang bermuatan sembako jatuh terperosot kedalam jurang dengan kedalaman puluhan meter, Kamis (7/6/2018) sekira pukul 04.00 WIB.

Beruntung, dalam kecelakaan tunggal truk yang dikemudikan Wansi ini tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, di sekitaran lokasi sembako muatan truk tersbut berserakan, seperti ratusan botol minyak sayur, puluhan karung tepung, beras, roti, sirup dan barang dagangan sachet berceceran di dalam jurang bersama kendaraan yang masih terguling.

Diceritakan Arif, salah seorang saksi mata kecelakaan yang terjadi sekira pukul 04.00 WIB tersebut, terjadi lantaran kendaraan mati mesin ditengah-tengah tebing hingga terjadi hilang kendali.

Truck berwarna kuning dengan Nopol BE 9944 GJ bermuatan sembako terguling jatuh ke jurang di Jalan Jagaraga, Kamis (7/6/2018) dengan muatan berserakan.
Truck berwarna kuning dengan Nopol BE 9944 GJ bermuatan sembako terguling jatuh ke jurang di Jalan Jagaraga, Kamis (7/6/2018) dengan muatan berserakan. (SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH)

"Saat hendak menanjak, tiba-tiba mati mesin dan kendaraan tidak bisa dikendalikan melaju mundur kekiri hingga terperosot jatuh kejurang," ujarnya saat di bincangi Sripoku.com Kamis (7/6/2018), siang.

Dikatakannya, mobil bermuatan sembako tersebut dari Martapura hendak menuju pasar mingguan, salah satu Desa di Kecamatan Muaradua Kisam.

Terpisah Haris, salah satu warga di Desa Simpur Senter yang tinggal tidak jauh dari lokasi kecelakaan mengatakan bahwa lokasi tersebut memang kerap terjadi kecelakaan tunggal

"Memang kerap terjadi kecelakaan tunggal di sini, sebulan terjadi minimal satu kali. Jadi memang rawan," ujar Haris saat di wawancarai.

Menurutnya, jalur jalan yang tebing dan menanjak membuat kendaraan kerap kali mengalami kecelakaan tunggal.

Kemudian hingga pukul 13.00 WIB di lokasi belum terlihat sama sekali pihak berwajib. Warga disekitar memberikan bantuan tenaga untuk mengangkut barang-barang yang berserakan.

Baca: Pulang Naik Becak, Begini Kejinya Hendri, Saat Membunuh Rika, Wanita Tewas Dalam Kardus

Baca: Kosmetik Tak Kunjung Datang, Pelaku Khilaf Bunuh Rika, Mayat di Dalam Kardus, Ini 4 Faktanya

Baca: Terkenal Cool, Tak Disangka, Roy Kiyoshi Bintangi Iklan Obat Gatal, Netter: Kok Ga Ada di TV?

Baca: Jembatan Ogan Palembang Ditabrak Tugboat, Alex Noerdin: Perlu Dibuat Aturan Baru

Baca: Langgar Aturan KPU Panwaslu Razia Alat Peraga Kampanye Paslon Gubernur dan Walikota

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help