Mutiara Ramadan 2018

Rendah Hati, Akhlak Mulia Karakter Orang-orang Beriman

SIKAP rendah hati adalah akhlak mulia yang seharusnya menjadi karakter orang-orang beriman. Mengapa rendah hati? Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Rendah Hati, Akhlak Mulia Karakter Orang-orang Beriman
Internet
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - SIKAP rendah hati adalah akhlak mulia yang seharusnya menjadi karakter orang-orang beriman, hal ini sebagaimana Alquran (25:63), "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka itu adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi secara rendah hati. Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata hinaan), mereka membalasnya dengan mengucapkan salam,".

Berita Lainnya:
Salat, Poros yang Benar dan Berkonsultasi pada Allah
Meski Kaya Raya, Ini 6 Sifat Rendah Hati Syahrini yang Tak Diketahui Banyak Orang, Salut!

Mengapa rendah hati? Tunjukilah kami jalan yang lurus. Ihdinasshiratalmustaqim. Itu dipanjatkan pada Allah sedikitnya 17 kali setiap hari. Artinya, betapa godaan dan jebakan untuk terpeleset itu sangat besar sehingga kita selalu bersimpuh mohon ampunan dan petunjuk pada-Nya.

Kalau saja kita sudah pasti selamat dan mesti masuk surga, untuk apa kita dianjurkan mohon petunjuk setiap hari? Sebagai orang beriman kita mesti yakin akan kebenaran agama kita dan yakin nantinya masuk surga. Tetapi keyakinan berbeda dari kepastian.

Siapa yang bisa memastikan seseorang masuk surga atau neraka? Itu hak prerogatif Allah, bukan manusia yang tidak bisa terbebas dari dosa.

Kata sindiran atau peringatan yang pantas sekali kita renungkan, yaitu fala tuzakku anfusakum. Alqur'an (53:32). Janganlah kamu memandang suci atas dirimu. Ini penyakit hati yang serius yang masuk secara diam-diam dan mudah lepas kontrol. Seseorang merasa dirinya bersih, suci dan lebih baik dari yang lain.

Penyakit ini mudah menjangkiti orang yang merasa sudah banyak ibadahnya, banyak amalnya, padahal tak ada jaminan dan tak ada yang tahu, apakah amalnya itu benar-benar ikhlas karena Allah atau ada motif lain yang menyelinap secara lembut sehingga merusak iman dan ibadah kita.

Terjemahan bebas dari ayat tersebut adalah: Mereka menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang dirimu, sejak kamu dicipta dari tanah, lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka jangankah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui siapa orang-orang yang bertaqwa.

Ayat di atas menegaskan, Allah lah yang menciptakan kita, dan mengetahui semua prosesnya sejak awal mula tercipta dari tanah, jadi janin, bahkan juga sampai kematian kita. Tak ada perbuatan sekecil apapun yang luput dari pengetahuan-Nya sepanjang hidup kita.

Jauh sebelum manusia menemukan teknologi CCTV, Alquran sudah mengenalkan sistem pengawasan Ilahi bernama malaikat, yang merekam semua perbuatan manusia dan tak ada yang tersisa, tak ada terhapus.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved