Lingkungan Hidup

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan

Selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya keberadaan manusia sebagai makhluk sosial.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan
ist
Manusia itu adalah makhluk yang lemah. Cerminan terhadap lemahnya manusia tersebut, selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya pada keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. 

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Paradigma Lingkungan
(5 Juni 2018)
Dr. Muhamad Erwin, SH. MHum
Dosen Politeknik Negeri Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, dan STIHPADA

Manusia itu adalah makhluk yang lemah. Cerminan terhadap lemahnya manusia tersebut, selama ini begitu digaungkan pada pelajaran sekolah dengan seringkali menghubungkannya pada keberadaan manusia sebagai makhluk sosial.

Di mana untuk berhubungannya jiwa dan raga manusia, maka manusia itu harus dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

Menurut Maslow, kebutuhan dasar manusia itu terklasifikasi atas kebutuhan untuk makan, sandang, dan papan (food, clothing, shelter), pengembangan diri (self actualization), jaminan terhadap keamanan diri dan harta bendanya (safety of self and proferty), harga diri (self esteem), dan cinta kasih (love).

Dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya tersebut, manusia harus senantiasa berhubungan dengan manusia lain.

Padahal, jika direnungkan lebih mendalam, pada dasarnya manusia itu adalah makhluk ekologis.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melakukan penanaman pohon dalam peringatan hari lingkungan hidup di halaman parkir Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (12/7/2017).
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melakukan penanaman pohon dalam peringatan hari lingkungan hidup di halaman parkir Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (12/7/2017). (SRIPOKU.COM / Zaini)

Dengan kata lain, manusia tidak dapat hidup dan berkembang menjadi manusia tanpa alam, tanpa lingkungan ekologis.

Pada level biologis, manusia tidak dapat hidup tanpa air, udara, dan makanan yang disediakan alam.

Tidak ada ekonomi, tanpa mengandalkan jasa alam dan tidak dapat hidup sebagai makhluk berbudaya sebagaimana adanya tanpa alam.

Namun, dalam hubungan tersebut mengapa dalam kehidupan manusia itu dihadapkan dengan berbagai bencana alam?

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved