Ramadan 2018

Haid! Bukan Berarti Keistimewaan Malam Lailatul Qadar Terlewati, Begini Cara Mendapatkannya

Malam Lailatul Qadr sangat dinantikan oleh semua orang, karena keistimewannya yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya.

Haid! Bukan Berarti Keistimewaan Malam Lailatul Qadar Terlewati, Begini Cara Mendapatkannya
IST
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Malam Lailatul Qadr sangat dinantikan oleh semua orang, karena keistimewannya yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya.

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

Berita Lainnya:
Mengungkap Rahasia Malam Lailatul Qadar dan Berikut Jadwalnya, Ingat Amalan Ini!

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Untuk itu semua umat Islam pastinya akan melakukan yang namanya salat Tahajud, baca Al quran serta melakukan Iktikaf di masjid.

//

Lalu bagaimana dengan cara wanita haid menghidupkan Lailatul Qadar?

Menurut Ustaz Ammi Nur Baits dari Dewan Pembina Konsultasi Syariah, wanita haid yang ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar bisa melakukan ibadah selain salat.

Juwaibir mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh-Dhahak, “Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid , musafir, dan orang yang tidur; apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”

Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 341)

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help