Pemilihan Gubernur Sumsel

KPU Tegaskan Surat Suara Pilgub Sumsel Rusak Bakal Diganti Percetakan

udiyanto Pangaribuan Komisioner KPU Palembang Divisi Umum, Keuangan dan Logistik mengatakan, untuk surat suara (SuSu)

KPU Tegaskan Surat Suara Pilgub Sumsel Rusak Bakal Diganti Percetakan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Warga yang ikut melakukan pelipatan surat suara di Kantor KPU Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Rudiyanto Pangaribuan Komisioner KPU Palembang Divisi Umum, Keuangan dan Logistik mengatakan, untuk surat suara (SuSu) yang ditemukan dalam kondisi rusak akan diganti oleh pihak percetakan.

“Jadi setelah proses pelipatan, misalnya ditemukan ada 250 lembar surat suara rusak, akan diganti pihak percetakan, dengan catatan bawa bukti fisik surat yang rusak,” ungkap Rudiyanto Pangaribuan, Selasa (5/6/2018).

Adapun total surat suara pilgub Sumsel yang diterima KPU Palembang sebanyak 1.142.416 sesuai jumlah Daftar Pemilih Tetap ditambah 2,5 persen per TPS.

Untuk proses pelipatan surat suara berlangsung 5-9 Juni 2018 mendatang dengan melibatkan pihak ketiga.

“Karena anggarannya lebih dari Rp200 juta jadi pakai pihak ketiga,” terangnya.

Menurut Rudi, meskipun melibatkan pihak ketiga namun proses pelipatan surat suara dilaksanakan sesuai prosedur.

“SOP (Standar Operasional Prosedurnya) yang melipat tidak boleh bawa tas, hape, tidak boleh makan dan minum ditempat, tidak boleh bawa anak kecil, setiap keluar masuk ruang akan diperiksa oleh petugas,” jelasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang mulai melukukan pelipatan surat suara pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Sumsel tahun 2018. Dari proses pelipatan yang berlangsung di lantai 3 Kantor KPU Palembang didapati adanya beberapa surat suara yang rusak.

Suryati (55) salah warga yang ikut melakukan pelipatan suara di Kantor KPU Palembang mengatakan, adanya surat suara yang rusak dari tumpukan lembar surat suara didalam box. Untuk surat suara yang rusak kata dia, dipisah dan tidak dilakukan pelipatan.

Warga Rt 24 Kelurahan Kamboja, Ilir Timur I Palembang ini menuturkan telah terbiasa melakukan pelipatan surat suara. Pada pilkada 5 tahun silam, dia bersama warga sekitar juga ikut melipat surat suara.

Perlembar surat suara yang dilipat diberi upah Rp100. Untuk awal masing-masing warga yang melipat dijatahi satu box berisi 2000 lembar surat suara.

“Katanya Rp100 per lembar,pertama dikasih 2000 lembar, nanti kalau kelar ditambah lagi,” katanya. 

Baca: 14 Tahun Dipoligami, Lalu Ungkap Ketidakadilan Kiwil, Meggy Wulandari Minta Maaf Soal Khilafnya

Baca: Warga Kecamatan Seberang Ulu Mengeluh, dari Pagi Sampai Sore Jembatan Ampera Macet Parah

Baca: Dari Bawa Ayam hingga Tas Kardus, Inilah 5 Kebiasaan Mudik, yang Hanya Ada di Indonesia

Baca: Lebaran, Dua Tower Ampera Dipastikan Kembali Kinclong

Baca: Siapkan Tiga Pos, Polres Musirawas Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help