Berita Musi Banyuasin

Kendaraan Dinas Boleh Dibawa Mudik Asal Dalam Provinsi Sumsel, tapi Rusak Tanggung Sendiri!

Pemerintah Kabupaten Musi Banyusin (Pemkab Muba) yang tahun lalu melarang kendaraan dinas dipakai untuk mudik Lebaran,

Kendaraan Dinas Boleh Dibawa Mudik Asal Dalam Provinsi Sumsel, tapi Rusak Tanggung Sendiri!
istimewa
Ilustrasi Mobil dinas 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU-- Pemerintah Kabupaten Musi Banyusin (Pemkab Muba) yang tahun lalu melarang kendaraan dinas dipakai untuk mudik Lebaran, pada tahun ini tidak.

Dimana kendaraan dinas mobil ataupun motor dinas boleh dipakai mudik, asalkan masih mencangkup wilayah Sumsel.

“Pada tahun ini kendaraan dinas yang melekat pada jabatan dinas boleh dibawa untuk mudik, hal ini menjadi catatan salah satunya dalam menjaga keamanan karena cukup berbahaya jika kendaraan dinas ditinggal mudik," kata Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, Selasa (5/6/2018).

Lanjutnya, dalam penggunaan kendaraan dinas pihaknya memberikan sejumlah ketentuan bagi pejabat yang ingin menggunakan kendaraan dinas tersebut.

Salah satunya jika kendaraan dinas terjadi kerusakan pungguna harus bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan kendaraan. 

Baca:

Lihat, Begini Paniknya Atta Halilintar, Saat Mobilnya Hilang di Paris, Ini Videonya

Tips Mudah Agar Terhindar dari Mabuk selama di Perjalanan

“Setiap kendaraan dinas yang ada di OPD merupakan tanggung jawab mereka, jika ada kerusakan ditanggung secara pribadi. Termasuk penggunaan bahan bakar kendaraan tidak boleh menggunakan uang dinas dan yang terpenting harus digunakan untuk kebaikan”Ungkapnya.

Penggunaan kendaraan dinas sendiri harus masih dalan wilayah Sumsel, jika keluar dari Provinsi Sumsel dilarang untuk memastikan keamanan.

Namun, bagi ASN yang tetap ingin menggunakannya keluar Sumsel harus melapor dan mendapat izin atasan, agar dapat dimonitor.

“Kendaraan dinas hanya boleh dibawa di Sumsel saja, jika keluar provinsi harus melaporkan kepada atasan terkait. Selain itu harus diingat, kendaraan yang boleh dibawa mudik hanya kendaraan dinas umum, tidak boleh kendaraan khusus seperti Damkar dan ambulan jika nekat digunakan kita berikan sanksi" Jelasnya. (*)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help