Kenali Gejala Microsleep, Saat Mudik Lebaran Jangan Alami Ini

Mudik ke kampung halaman di masa libur Lebaran nanti bisa jadi suatu pekerjaan yang melelahkan. Salah satu yang dapat dialami para pengemudi

Kenali Gejala Microsleep, Saat Mudik Lebaran Jangan Alami Ini
Beritagar
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Mudik ke kampung halaman di masa libur Lebaran nanti bisa jadi suatu pekerjaan yang melelahkan. Salah satu yang dapat dialami para pengemudi di jalan adalah gejala microsleep.

Berita Lainnya:
Sekda Sumsel Pastikan Jalur Mudik Lebaran Aman

Pengamat keselamatan berkendara dan juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, info mengenai microsleep tengah banyak beredar di masyarakat.

Ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyakarat yang hendak melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan.

"Microsleep itu keadaan badan tertidur, hanya sesaat. Mungkin sekitar 1 detik sampai 30 detik. Bisa juga saat mata terbuka, saat tengah berkendara. Ini berbahaya," ucap Jusri saat dihubungi Minggu (3/6/2018).

Sebagai gambaran, misal kendaraan sedang melaju pada kecepatan 70 kilometer per jam (kpj), microsleep selama 3 detik membuat kendaraan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter.

Jusri menjelaskan, microsleep termasuk bagian siklus jam biologis tubuh. Gejala ini biasanya muncul saat otak bekerja stagnan.

"Kalau di jalan raya itu seperti rute yang jalurnya lurus terus. Atau jalan yang sudah sering pengemudi lewati. Sehingga dia tahu letak lubang di mana, kecepatan berapa. Jadinya monoton, tidak ada tantangan," ucap Jusri.

Dihubungkan dengan momen mudik nanti, Jusri mengungkapkan microsleep bisa dirasakan di rute-rute padat kendaraan. Situasi stop and go, kemacetan bisa menimbulkan stress hingga akhirnya lalai dan lelah.

Tanda-tanda orang sudah mengalami microsleep antara lain kaget ketika diklakson oleh kendaraan lain ketika kendaraan tidak bergerak saat yang lain sudah maju. Atau saat diajak berbicara penumpang lain, merespon lalu setelah itu diam.

Jusri menyarankan pengemudi tidak mengabaikan kondisi microsleep yang berawal dari kelelahan ini. Berhenti dan istirahat jadi jalan keluar yang bisa dilakukan.

"Bisa dibuat waktu periodik istirahat, misal setiap perjalanan dua jam sekali berhenti istirahat. Atau saat puasa seperti ini perjalanan bisa lebih singkat dengan sesekali beristirahat," ucap Jusri.

Penulis: Setyo Adi Nugroho

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://otomotif.kompas.com/ dengan Judul:
Kenali Gejala Microsleep, Jangan Alami Ini saat Mudik

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help